Kredit macet bukan hanya terjadi karena anggota tidak memiliki sumber dana yang memadai untuk membayar kewajibannya. Â
Malah terkadang kredit macet terjadi karena anggota tidak memiliki pemahaman yang lengkap mengenai pembayaran kredit seperti sistem pembayaran, suku bunga, dampak kredit lalai untuk koperasi sampai penalti yang dibebankan jika terjadi kelalaian pembayaran.Â
Jadi sebelum pencairan pinjaman dilakukan, staf atau komite yang menangai kredit mesti memastikan anggota peminjam memahami semua syarat dan ketentuan yang termuat pada perjanjian pinjamannya.
Strategi lain yang dilakukan oleh beberapa koperasi seperti Credit Union adalah aktif memberi edukasi dan pelatihan kepada anggota-anggotanya mengenai pengetahuan perkoperasian, pengelolaan keuangan rumah tangga, kewirausahaan dan lain-lain.
Agar anggota mampu mengelola arus kasnya dengan efektif dan memiliki kemampuan mengatasi masalah-masalah keuangan yang terjadi secara mandiri. Dengan demikian risiko kredit macet dapat diminimalkan.
Menggali informasi lebih dari penjamin.
Jika aplikasi pinjaman pada koperasi dilengkapi dengan rekomendasi penjamin (co-maker) dari anggota koperasi lain, staf atau komite kredit dapat menggali informasi lebih dalam tentang anggota peminjam dari penjamin tersebut untuk menunjang analisis kredit.Â
Penjamin diharapkan memberikan informasi seobjektif mungkin, walaupun biasanya penjamin akan cenderung memberikan informasi yang memihak kepada anggota peminjam.Â
Informasi apapun yang diberikan penjamin tetap bisa dikonfrontasikan dengan informasi yang diberikan anggota peminjam seperti tujuan pinjaman, kemampuan membayar dan informasi lainnya.Â
Aktif menghubungi penjamin juga menjadi langkah awal untuk mengingatkan kewajiban penjamin jika di kemudian hari anggota peminjam memiliki masalah dalam pengembalian pinjamannya.
Memastikan aspek legal dari agunan.Â