Mohon tunggu...
Adriansyah Abu Katili
Adriansyah Abu Katili Mohon Tunggu... Dosen - Menginspirasi untuk menciptakan dunia dengan kata-kata.

Pendidik anak bangsa pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Gorontalo yang gemar membaca segala macam bacaan dan menulis untuk menciptakan dunia dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

Book Pilihan

Animal Farm: Tragedy Nafsu Kekuasaan Manusia

5 Februari 2024   08:06 Diperbarui: 9 Februari 2024   04:59 311
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Jadi apa yang dapat ditarik dari novel ini? Menurut hemat penulis, novel ini bukan hanya kegagalan revolusi komunisme di Uni Sovyet seperti yang dirilis oleh https://id.wikipedia.org/wiki/Binatangisme. Novel ini adalah potret tragedy kekuasaan manusia. Babi dalam novel ini adalah simbolisasi dari nafsu berkuasa yang didorong oleh nafsu untuk hidup hedon. Para binatang lain adalah symbol dari rakyat yang ditindas. Maka tidak salah lagi bila dikatakan bahwa novel ini berbicara tentang tragedy kekuasaan di dunia manusia.  Novelis telah menampilkan binatang untuk menampilkan tragedi nafsu kekuasaan manusia.

Gorontalo, 5 Februari 2024
Adriansyah A. Katili

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Book Selengkapnya
Lihat Book Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun