Sebelum kita membahas ciri-ciri dari persaingan pasar monopolistik dan oligopoly, kita perlu mengetahui dulu pengertian dari persaingan kedua tersebut. Dimulai dari pengertian pasar sebagai berikut,
Pengertian Pasar
Pasar adalah suatu tempat di mana kita dapat menjual atau membeli suatu barang yang kita ingin beli atau jual. Pada pasar ada yang namanya transaksi dan ada harga pada setiap barang yang akan di jual atau dibeli. Pasar memiliki banyak jenis, setiap jenis memiliki ciri yang berbeda, ada dua jenis pasar yang akan saya bahas kali ini, yaitu sebagai berikut.
Pasar Persaingan Monopolistik
Merupakan struktur pasar yang memiliki banyak produsen dan menghasilkan barang yang serupa, memiliki perbedaan walaupun sedikit. Penjualnya tidak terbatas, sederhananya seseorang mejual barang yang sama akan tetapi terdapat sedikit selisih perbedaan nilai jual antara produsen satu dan produsen dua. Sederhanya adalah warung makan geprek.
Ciri-Ciri Pasar Persaingan Monopolistik
1. Jumlah produsen lebih banyak
Mengapa demikian ?. Hal itu terjadi karena pasar persaingan monopolistic sangat mudah untuk masuki oleh produsen baru karena biasanya barang yang dijual tidak cukup sulit untuk di buat, ya seperti contohnya geprek tadi.
2. Jenis barang differensiasi (memiliki unsur pembeda)
Produsen memang menjual barang yang sama akan tetapi di detiap barang memiliki karakteristik yang berbeda atau memiliki kelebihan. Semisal dari geprek satu orang cenderung memilih geprek dua karena rasa yang sangat enak dan harganya sama dengan geprek satu.
3. Kemampuan mempengaruhi harga
Dapat menjual dengan harga yang berbeda dari harga standar
4. Jarang adanya hambatan untuk memasuki pasar
Dikarenakan pasar persaingan monopolistik di setiap barangnya memiliki karakteristik barang yang berbeda, walaupun kecil. Maka produsen baru bisa saja melakukan inovasi untuk membuat perbedaan yang akan menambah nilai dari produk yang dia jual.
5. Hubugan price dan marginal utility
Harga di tentukan di atas marginal utility
6. Kurva demand elastis
Di mana harga barang cenderung menurun karena adanya sedikim unsur pembeda dan hampir datar di karenakan hanya seidikit perbedaanya. Tetapi intinya kurvanya datar dan cenderung menurun.
7. Jangka pendek dan jangka pendek
Produsen memilki laba super normal kemungkinan untuk mendapatkan perolehan ada dan jika lancar maka sulit untuk rugi.
8. Tidak ber ketergantugan
9. Kenaikan harga pada produsen satu tidak akan mempengaruhi produsen dua.
Contoh Pasar Monopolistiik
Warteg
Warung makan warteg adalah salah satu pasar monopolistik yang menyidiakan makanan dengan berbagai pilihan menu tentunya dengan harga yang beragam, akan tetapi umumnya harganya tidak terlalu mahal. Warteg menjual makanan yang sama dengan warteg lainnya, tetapi juga memiliki sedikit perbedaan seperti di rasa, harga, dan kebersihan tempat. Warteg juga cukup mudah untuk di dibuat oleh produsen yang ingin bergabung ke persaingan pasarnya.
Geprek
Tempat makan ini menyediakan ayam krispy yang di haluskan menggunakan ulekan batu dan di campuri dengan cabe, garam dan juga penyedap rasa. Geprek juga memiliki kesamaan antara produsen satu dengan produsen lainnya. Namun tetap memiliki sedikit perbedaan, harga, rasa, tingkat kepedan dan tempaknya. Geprek juga mudah di masuki oleh produsen baru.
Kelebihan dan Kelemahan Pasar Monopolistik
Produsen yang banyak membuat konsumen bebas memilih produk yang terbaik baginya.
Sedangkan kelemahannya adalah, produsen harus selalu melakukan inovasi untuk produknya agar dapat bersaing karena produsen yang banyak dan juga mudah nya keluar masuk pada pasar persaingan monopolistik
Berikut Data Warteg Yang Mengambarkan Pasar Persaingan Monopolistig Yang Ada di Yogyakarta, Data ini di ambil pada situs web “IDN TIMES”
Warteg Happy Bee
“Menyediakan konsep kekinian dengan menu makanan ala Korean,di mulai dari harga Rp. 10.000. Ada menu ayam bulgogi khas korea. berlokasi di jalan jenderal Sudirman No 99-101, Galeria Mall Lantai 3, jam operasional mulai pukul 11.00 WIB sampai 20.00 WIB “
Nah.. dari sini kita dapat melihat perbedaan dari warteg biasa lainnya, dia masih menjual makanan yang sama akan tetapi hanya ada sedikit undur pembeda.dan juga kita bisa melihat produsen melakukan inovasi baru untuk meningkatkan penjualan produk yang iya jual.
Pasar Persaingan Oligopoli
Merupakan struktur pasar yang hanya memiliki beberapa produsenya atau produsennya lebih sedikit sedikit dari jumlah konsumen. Barang yang di jual bisa berbeda terdiferensiasi, atau sama homogen. Pasar persaingan Oligopoli umumnya di tempati oleh perusahaan-perusahaan besar seperti otomotif, pabrik rokok dan pabrik semen.
Ciri-Ciri Pasar Oligpoli
1. Jumlah Produsennya hanya beberapa (sedikit)
Hal ini di karenakan cukup sulit untuk memasuki pasar persaingan oligopoly karena membutuhkan dana dan skil yang cukup banyak. Selain itu persaingan pada pasar oligopoly juga cukup ketat.
2. Jenis barang bisa juga memiliki unsur pembeda bisa juga sama
3. Kemampuan menentukan harga
Bagi produsen dalam persaingan pasar oligopoly dapat dengan dengan mudah menentukan harganya, di karenakan jumlah produsen yang sedikit dan jumlah konsumen yang banyak maka mereka bisa menaikan harga dengan angka yang sangat menguntungkan bagi mereka tentunya.
4. Hambatan untuk masuk
Bagi produsen baru harus mengorbankan waktu, tenaga. Dan uang yang tentunya belum tentu berhasil untuk membangun perusahaan. Dan tentunya skil, ditambah lagi produk yang sudah di terkenal membuat para konsumen agak sulit melirik produk baru.
5. Hungan antara Price (P) dengan Marginal Utility (MU)
Produsen menentukan harga di atas marginal utility dengan cara menentukan harga yang maksimal bahkan sangat tinggi dan tidak masuk akal bagi konsumen.
6. Kurva
Kurva Sweezy, pada kurva ini berbentuk patah di saat dia turun di mana jika suatu perusahaan besar menurun maka akan berdampak besar juga imbasnya.
7. Jangka pendek
Tidak ada yang berbeda semua perusahaan atau produsen di semua pasar pada saat memulai bisnis maka kemungkinan terjadi itu banyak bisa jadi laba normal,super normal, dan paling sering itu malah rugi.
8. Jangka Panjang
Jika sudah berjalan lama dan mampu bersaing maka perusahan tersebut akan memperoleh laba yang super normal.
9. Ketergantungan dengan produsen lain
Jika produsen satu melakukan inovasi dan perubahan harga, maka produsen lainnya juga melakukan inovasi untuk bersaing pada produknya. Dikarnekan produsen yang sedikit.
Contoh Pasar Oligopoli
Homogen
Motor Merupakan produsen yang menghasilkan barang yang sama dan pabrik rokok. Produsennya di Indonesia hanya beberapa.
Terdiferensiasi
Memiliki unsur pembeda seperti “LG” yang bergerak di bidang elektronik, “semen tiga roda” yang bergerak di bidang bahan bangunan berjenis semen.
Itulah ciri-ciri dari pasar persaingan monopolistik dan pasar persaingan oligopoli. Intinya adalah setiap produsen menjual barang berdasarkan kategori tertentu, untuk mengelompokannya maka di buatlah berbagai macam struk pasar, setiap pasar memiliki ciri tersendiri berdasarkan produsennya.
Semoga ilmu ini bermanfaat dan memperluas wawasan kita tentang Jenis-Jenis Pasar yang ada di indonseia. Saya Elfan terimakasih sudah membaca.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H