Saya mengulik kembali catatan-catatan perjalanan saya sembari mempelajari berbagai macam teknik penyajian. Walaupun pada perjalanannya saya sering typo. Bahkan sampai sekarang.
Tiba di bulan Juli akhir, saya kemudian diijinkan melakukan seminar hasil. Ya tentu saja dilakukan secara daring. Apalagi kondisi pendidikan sejak pandemi mengharuskan dunia pendidikan beradaptasi.
Salah satu masalah utama ialah kekuatan internet dan ketenangan kosan. Apesnya, saat mau seminar, kosan yang saya tempati direnovasi. Alhasil saya sampai harus ke Cikarang.
Di bulan Agustus, saya semakin termakan penasaran. Bahkan banyak pikiran. Ini bulan terakhir saya harus menyelesaikan pendidikan. Minimal melakukan ujian tertutup.Â
Tentu dalam perjalanan tidak seindah yang dibayangkan. Banyak masalah yang membuat diri termakan harap. Bahkan stres. Apalagi saat tau, zona merah sudah mengintai.Â
Baca Juga:Â Tahun Baru dan Harapan Baru
Dan, setiap masalah ada jalan. Setiap ujian ada hikmah. Di akhir Agustus saya berhasil menyelesaikan tahapan ujian dan dinyatakan lulus.
Bahagia tentu saja, berawal dari sebuah kecelakaan menguntungkan berakhir dengan sebuah capaian. Tentu capaian ini begitu bermakna karena ada banyak peristiwa di dalamnya.
Di periode November lagi, lagi dikejutkan dengan masuknya penulia dalam nominasi best in citizen jurnalism. Walau belum memenangkan anugrah tersebut tetapi ada banyak keuntungan yang didapatkan. Terutama soal pertemanan di kompasiana.
Saya akhirnya mengenal banyak dari mereka. Bertukar pikiran dan diskusi-diskusi alot. Di luar itu, ada penghargaan dari teman-teman di Maluku Utara. Ucapan selamat dan tawaran job hadir tak habis-habisnya.
Perjalanan 2020 sebenarnya masih sangat banyak dicapai dan maupun hilang yang tak mungkin dijelaskan satu persatu. Misalnya banyak orang-orang terdekat yang lebih dulu dipanggil Tuhan, banyak penghargaan individu dan banyak pula tawaran Job.