“Nak siapa perempuan cantik ini? Pinter yahh sekarang sudah punya pacar Ibu tidak pernah menyuruh dan mendidik kamu untuk pacaran yahh” ucap Ibu Marianti
Dwi pun bersalam kepada ibu Bima untuk pertama kalinya ia hanya bisa terdiam dan memberikan senyuman tipis karena Dwi bingung apa yang harus dia katakan kepada Ibu mertuanya itu.
“Iyalah bu Bima kan tidak pernah pacaran sekalinya pacaran juga langsung punya ikatan hehe” ucapku
“Lantas siapa yang kamu bawa ini dia teman kamu kah?” tanya Ibu Marianti
“Ini teman Bima bu yang akan ikut tinggal bersama kita disini, namanya Dwi Laksmi dia yang membantu Bima selama menjalankan tugas di kampung Rengsek. Jadi aku membawanya kemari Bu” ucapku
“Kenalin Ibu Aku Dwi Laksmi, maaf Ibu aku jadi merepotkan ibu akan kedatangan aku kesini Bu” ucap Dwi Laksmi
“Eh tidak apa-apa Ibu malah senang akan kehadiran kamu, Ibu jadi tidak kesepian lagi dirumah karena sekarang ada yang nemenin” ucap Ibu Marianti
Bima pun mengantar Dwi ke kamar yang akan dia tinggali mereka berdua pun memasuki kamar untuk membereskan kamar yang akan Dwi tinggali. Tiba-tiba Dwi bertanya kepada Bima mengapa dia berbohong kepada Ibunya akan status pernikahanya. Bima pun menjelaskan dia takut Ibunya belum siap menerima kenyataan yang terjadi pada dirinya. Bima pun meyakinkan Dwi untuk bersabar menunggu waktu yang pas untuk membicarakan hal yang sebenarnya. Keesokan harinya Bima dan Dwi mencoba untuk menghadap Ibu Marianti untuk mencoba mengklarifikasi atas apa yang terjadi keduanya pun duduk menunggu ibu Marianti di ruang tamu. Ibu Marianti pun menghapiri mereka berdua dan duduk manis ditengah.
“Jadi Bima apa yang kamu ingin bicarakan sama ibu” ucap ibu Marianti.
“Hehe gini bu aku ingin klarifikasi tentang hubungan aku dengan Dwi” ucap Bima
“Klarifikasi tentang apa kalian sudah pacaran kah?” tanya ibu Marianti