Kantor dan rumah merupakan tempat beraktivitas rutin yang dilakukan oleh karyawan, sehingga "keduanya sama pentingnya" karena bagi karyawan keduanya tempat kehidupan jangka panjang baik dalam "mencari nafkah maupun tempat istirahat bersama keluarga".
Pada umumnya karyawan bekerja dengan pola 8 jam kerja sesuai dengan regulasi dari pemerintah dan diadopsi oleh perusahaan, sehingga pengaturan jadwal kerja jika dihitung dengan hari, mulai hari Senin sampai dengan Jum,at "masuk kerja", sedangkan hari Sabtu dan hari Minggu "libur kerja".
Mengacu pada regulasi yang diatur dalam "Pasal 81 angka 23 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 77 UU Ketenagakerjaan. 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 Minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 Minggu". Inilah pertimbangan dalam mengatur pola hidup karyawan yang sangat sibuk dengan berbagai macam kegiatan "baik di kantor dan di rumah-nya masing-masing".
Regulasi diatas menitikberatkan bahwa karyawan bekerja 8 jam kerja, namun kenyataan tidak sesuai dengan fakta undang-undang, karena jika dihitung dari mulai berangkat dan pulang kerja, maka aktivitas lebih dari 8 kerja. Anggap saja rata-rata karyawan berangkat dan pulang kerja 2 jam sudah termasuk kondisi macet di perjalanan ibukota.
Alasan ini sangat dinamis untuk di ungkapkan dengan menjaga pola hidup sehat, sebab dengan padatnya aktivitas baik itu karena capek di jalan, tugas di kantor menumpuk, sedangkan saat pulang kerja tentunya sibuk bersama keluarga dan bermain dengan anak, istri, suami, orang tua, dan saudra lainnya.
Menjawab itu semua, sebetulnya tergantung pola pikir karyawan itu sendiri "mau sehat ya berubah dengan mencari cara dan meluangkan waktu sebaik-baiknya" serta menjaga pola makan  sesuai dengan porsi yang dibutuhkan serta tidak berlebihan, agar penyakit tidak hinggap di tubuh anda yakni "sebagai karyawan".
Berikut beberapa tips yang bisa membantu untuk tetap menjaga pola hidup sebagai karyawan yang akan digabungkan dari berbagai teori, sharing dari pengalaman yang bermanfaat, analisa dari berbagai macam kegiatan selama menjadi karyawan, dan perspektif tentang kesehatan. Karena pola hidup sehat sangat penting, terutama menjaga fisik, mental, pikiran, jiwa dan raga tetap sehat:
1. Pola Makan yang Seimbang:
Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi, termasuk sayuran, buah-buahan, protein, karbohidrat, dan lemak sehat. Makan yang seimbang dapat dikategorikan tidak berlebihan atau tidak terlalu nafsu terhadap makanan yang akan dimakan oleh karyawan tersebut.
Hindari makanan cepat saji dan makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Dengan tidak banyak gerak dari kegiatan keseharian banyak duduk di kantor, kurangi makan seperti chicken, gorengan dan sejenis tepung-tepungan lainnya. Secara otomatis "lemak, kolestrol, gula" akan hadir dengan sendirinya.
Karbohidrat "Nasi"Â agar dikurangi pada saat mau makan malam, karen gula dan lemak akan menggenang dalam tubuh, terutama tidak aktivitas malam kemudian langsung dibawah tidur. Bukan berarti tidak boleh, namun prinsipnya makan secukupnya tidak harus pakai nasi, lauk-pauk dan buah-buahan sudah mewakili pola seimbang.
2. Memastikan Minum Air Secukupnya:
Jangan sia-siakan air putih, apalagi gratis kan "terutama minumnya di kantor" karena kegiatan harian selama satu minggu, karyawan lebih banyak di kantor dibandingkan dengan di rumah. Artinya kalau pagi hari dan malam hari minum di rumah sedangkan siang harinya di tempat kerja yakni kantor masing-masing.
"Pastikan untuk minum air yang cukup setiap hari, minimal 8 gelas per hari. Air membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu fungsi organ tubuh yang baik". Meskipun dalam kondisi lapar, minum air putih bisa menambah stamina sementara sebelum waktunya makan siang.
Agar tetap sehat "sipakan botol sendiri" biar selalu tersedia diatas meja kantor Anda. Perubahan zaman sekarang, karyawan sudah menyadari untuk minum tidak menggunakan gelas yang ada dikantor, karena lebih praktis dan bisa dibawah kemana-mana seperti contoh makan luar kantor, atau sedang mengikuti meeting, dan yang paling penting menghindari penyakit yang menular dari karyawan lain.
3. Mengikuti Olahraga Rutin:
Hubungan dengan kegiatan olahraga rutin bisa juga berkaitan dengan hobi karyawan, meskipun terlihat sibuk "pasti bisa" untuk mengatur olahraga setiap harinya. Seperti berjalan kaki, berlari ringan, bersepeda, berenang, dan jenis olahraga lainnya. Namun harus konsisten, yang gratis saja seperti berjalan kaki setiap hari "itu lebih dari cukup".
Anda bisa membuat jadwalkan dengan waktu untuk berolahraga secara teratur, minimal 30 menit setiap hari. Pilih aktivitas fisik yang Anda nikmati, karena kegiatan olahraga membantu menjaga kebugaran fisik dan mengurangi stres. Baik kegiatan kantor maupun kegiatan diluar kantor, setidaknya dengan olahraga cara berpikir juga akan ikut sehat.
Ingat !!! Kegiatan olahraga jangan merasa terpaksa atau hanya ikut-ikutan rekan kerja yang lain, harus muncul dari diri Anda sendiri "bahwa biasanya kesehatan lebih berharga" dibandingan dengan kegiatan apapun. Oleh sebab itu, pastikan selalu bawah happy and enjoy dalam kondisi dan situasi tidak menentu.
4. Melaksanakan Istirahat dan Pola Tidur yang Cukup:
Istirahat sangat dibutuhkan oleh karyawan baik pagi hari maupun malam hari, jangan terlalu di porsir kegiatan anda sehari-hari "hanya karena membuat rekan lain senang" yang paling penting fisik dan pikiran Anda selalu terjaga, perlu dihindari waktu jam istirahat masih digunakan untuk jam kerja dan waktu di rumah jangan kerja, meskipun hanya mengirim e-mail tengah malam.
"Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam, sekitar 7-8 jam. Istirahat yang cukup membantu tubuh untuk pulih dan memperbaiki diri setelah seharian bekerja". Ini perlu konsisten, karena dengan banyaknya kegiatan kantor terkadang masih saja membuka laptop sampai dengan jam 11 malam bahkan lebih.
Kalau hitungan normal istirahatnya 7-8 Jam, berarti karyawan harus tidur dimulai rata-rata jam 9 - 10 malam dengan asumsi bangun jam 5 pagi atau sampai jam 6 pagi. Â Sutuasional untuk mengatur waktu istirahat, sebab antra mata dan fisik terkadang tidak bisa kompromi terutama dalam situasi tertentu. Yang intinya ciptakanlah tidur yang berkualitas "teratur dan terukur" biar tetap prima setiap hari.
5. Mengelola Stres Kerja, Kurangi Merokok, dan Kurangi Minuman Alkohol:
Kebiasaan karyawan yang dianggap baik dan posititf akan menunjukkan profesionalitas dalam bekerja, kebanyakan saya jumpai di kantor khusus bagi perokok, pusing dikit "merokok", bingung dikit "merokok" dikit-dikit pusing dan binggung "nyari tempat untuk rokok". Mungkin alasannya dari pada stres, lebih baik merokok sembari ditemani dengan kopi.
Dengan demikian karyawan harus bisa menemukan cara untuk mengelola stres, "seperti meditasi (menyendiri untuk mencari ketenagan atau merefresh diri supaya bisa segar kembali) bisa juga mengikuti yoga, atau melakukan hobi yang Anda sukai. Jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau mencari bantuan jika Anda merasa stres terlalu berat".
Karyawan yang merokok dan minum alkohol berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan Anda. Upayakan untuk menghindari atau mengurangi kebiasaan ini. Kesehatan mahal harganya, sebelum terlambat "mulai menyicil hal-hal yang kecil" untuk mengurangi terhadap hal berdampak negatif terutama terhadap kesehatan karyawan itu sendiri.
6. MCU (Medical Check Up) Secara Berkala:
Pemeriksaan kesehatan bagian penting untuk mengetahui dan mengevaluasi penyakit karyawan "baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun karyawan yang datang ke Rumah sakit". Solusi dan rekomendasi dari dokter, hal yang mutlak untuk segera melalukan intropeksi diri terutama terhadap pencegahan penyakit berdampak negatif.
"Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, seperti cek darah, tes kesehatan, dan pemeriksaan gigi, dan kesehatan lainnya. Hal ini penting untuk mendeteksi dini adanya masalah kesehatan karyawan dan mengambil tindakan yang tepat. Tidak ada kata terlambat untuk melaksanakan kegiatan yang disarankan oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan.
Meski dari perusahaan setahun sekali atau setahun dua sekali melaksanakan pemeriksaan kesehatan, bisa evaluasi dari setiap tahunnya "Hasil MCU", bisa diikuti secara konsisten agar kondisi badan tetap sehat jasmani dan rohani. Dan karyawan juga, bisa melakukan pemeriksaan sendiri baik itu menggunakan asuransi perusahaan, BPJS dan lain sebagainya.
7. Fokus Mengatur Keaktifan Mental, Kerja dengan Kehidupan Pribadi:
Selain menjaga kesehatan fisik, penting juga untuk tetap aktif secara mental. Lakukan kegiatan yang merangsang otak, seperti membaca, bernyanyi, belajar hal baru, atau bermain puzzle, dan lain sebagainya. Hal-hal yang menantang namun tidak menguras tenaga yang signifikan, yang fokusnya berpikir dengan bermain peran dalam suatu film atau drama tertentu.
Mental karyawan perlu diasah terutama keluar dari zona nyaman atau mencoba hal baru yang belum dikerjakan, biar merangsang otak agar tetap berfungsi dengan optimal, mungkin bertemu komunitas baru, tempat tongkrongan yang nyaman, dan lain sebagainya.
Penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Sisihkan waktu untuk bersantai, bersosialisasi dengan keluarga dan teman, dan melakukan kegiatan yang Anda sukai di luar pekerjaan. Tentunya sangat menghilangkan stress, jika sering jalan-jalan bersama keluarga dengan catatan isi dompet mendukung...Hehhee.
Sebaiknya liburan keluarga itu tidak harus yang mewah, namun bisa dinikmati secara bersama anak, istri, suami, dan saudara lainnya. Yang paling penting adalah kebersamaan, bisa canda bersama, bisa makan bersama, bisa ketawa bersama, dan kegiatan lainnya yang bisa membuat senang.
Semoga tips ini membantu Anda dalam menjaga pola hidup sehat sebagai seorang karyawan. Jika Anda memiliki pertanyaan lain, silakan beri tahu saya, kita bisa sharing dan ngobrol lebih panjang !!!
Salam Sehat Sepanjang Masa !!!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI