Segala yang ada di alam semesta ini berjalan dalam keteraturan yang ditentukan oleh kehendak Allah. Hal ini menunjukkan keberadaan Allah sebagai pencipta yang Maha Kuasa.
- Takdir (Qodho dan Qadar)
Keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk dalam kehidupan manusia, telah ditetapkan oleh Allah dengan hikmah dan tujuan tertentu.
Tanggung Jawab Manusia
Meskipun takdir Allah berlaku, manusia memiliki tanggung jawab moral dan kebebasan untuk memilih dalam lingkup yang telah ditentukan.
- Hubungan antara Makhluk dan Khalik
Shohih Uqdoh Al-Qubro menjelaskan hubungan antara makhluk (ciptaan) dan Khalik (Pencipta), di mana manusia dan alam semesta berada dalam kehendak dan pengaturan Allah SWT.Â
Peran Malaikat dalam Takdir
Malaikat memiliki peran penting dalam pelaksanaan Qadar. Mereka adalah makhluk Allah yang taat dan bertugas melaksanakan perintah-Nya. Beberapa peran malaikat terkait takdir antara lain:
Pencatatan Takdir: Malaikat bertugas mencatat takdir manusia sejak dalam kandungan. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa ketika janin berusia 120 hari, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menuliskan empat hal: rezeki, ajal, amal, dan nasibnya (bahagia atau celaka).
Pelaksanaan Perintah Allah: Malaikat juga bertugas melaksanakan perintah Allah terkait kejadian-kejadian di alam semesta, seperti menurunkan hujan, mengatur angin, mencabut nyawa, dan lain-lain. Semua ini merupakan bagian dari Qadar Allah.
Menyampaikan Wahyu: Malaikat Jibril AS bertugas menyampaikan wahyu dari Allah kepada para nabi dan rasul. Wahyu ini berisi petunjuk dan hukum-hukum Allah yang juga merupakan bagian dari takdir bagi manusia. (Cantika, n.d.)Â
- Iman Kepada Qadha Dan Qadar
- Qadha
Menurut bahasa, Qadha berarti hukum, ciptaan, kepastian, dan penjelasan. Sedangkan menurut istilah, Qadha adalah segala hukum yang telah Allah subhannahu ciptakan secara umum sejak zaman azali atau zaman dimana belum adanya alam semesta, termasuk bumi dan isinya.