Mohon tunggu...
Noer Ashari
Noer Ashari Mohon Tunggu... Operator - Operator Madrasah Tsanawiyah

Operator Madrasah : - Operator data EMIS (Education Management Information System) - Operator data Simpatika Kemenang - Operator E-RKAM BOS Kemenag - Operator Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus - Teknisi ANBK dari Tahun 2017 s.d sekarang (dulu masih UNBK namanya) Mencoba untuk menuangkan keresahannya melalui artikel di Kompasiana, tapi lebih banyak tema yang diluar dari konteks pekerjaan. More info: asharinoer9@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Waspada: 4 Tanda-Tanda Bawahan akan Cabut dari Perusahaan

3 November 2024   08:16 Diperbarui: 3 November 2024   08:27 257
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ILUSTRASI Bawahan yang Akan Resign. | Pexels. Andrea Piacquadio

Wahai Bos, Pimpinan atau Atasan beserta dengan jajarannya, Anda jangan tutup mata, Anda harus mengenali tanda-tanda kalau ada karyawan yang mungkin bakalan cabut dari perusahaan Anda. 

Karyawan yang cabut itu mesti jadi perhatian, Mengapa? Karena kehilangan karyawan itu bukan hanya soal kehilangan orang, tapi juga waktu dan biaya untuk rekrut pengganti, training ulang, belum lagi dampaknya ke tim lain yang bisa ikut terganggu.

Kalau sampai tidak ada persiapan, apalagi kalau yang keluar itu karyawan berkompeten, perusahaan bisa keteteran. 

Tim jadi kurang solid, produktivitas turun, bahkan bisa membuat proyek-proyek penting jadi molor. 

Maka dari itu, mengetahui ciri-ciri bawahan yang akan resign itu seperti alarm yang biasa kita pakai untuk membangunkan kita tidur, kalau tidak ada alarm mungkin kita bisa bangun kesiangan. 

Sama halnya dengan bersiap-siap ketika sudah ada empat tanda ini, perusahaan harus menyiapkan rencana kalau benar hal itu terjadi, agar tidak kena dampak yang besar.

4 Tanda Bawahan Akan Resign :

1. Kehilangan Semangat dalam Berkontribusi

Biasanya, karyawan yang sudah memantapkan niat buat cabut itu keliatan agak beda. 

Mereka bekerja kurang semangat, kerja seadanya, dan sudah tidak mau lagi ambil inisiatif. 

Dari yang biasanya aktif banget kasih ide, kasih masukan atau membantu tim, sekarang malah lebih sering diam atau kelihatan setengah hati. 

Pokoknya, aura antusiasnya sudah pudar.

2. Sering Menghindar dari Atasan atau Rapat Penting

Karyawan yang mau cabut biasanya mulai jaga jarak dengan atasan

Bisa dilihat dari cara mereka yang jadi sering absen di rapat, atau kalaupun hadir, ya cuma diem aja, kalaupun ngomong juga cuma seperlunya aja alias pasif. 

Kalau disuruh diskusi langsung dengan atasan, kadang juga terlihat enggan dan lebih milih ngeles atau sibuk sendiri.

3. Sering Datang Terlambat atau Pulang Lebih Cepat dari Biasanya

Pola hadir di kantor juga bisa berubah drastis. 

Yang tadinya rajin datang pagi dan kadang pulang paling terakhir, tiba-tiba jadi sering terlambat atau buru-buru pulang. 

Ini tanda kalau mereka sudah tidak merasa terikat lagi dengan kantor dan hanya menjalankan tugas seadanya sambil menunggu kesempatan baru.

4. Aktif Melakukan Networking atau Menyiapkan Rencana Baru

Kalau bawahan sudah sering aktif di luar, ikut acara networking, atau bahkan ketahuan wawancara kerja, itu alarm yang jelas banget

Mereka diam-diam menyiapkan rencana baru atau peluang yang lebih menjanjikan di luar sana. 

Jadi, kalau mulai sering lihat mereka sibuk dengan “agenda” di luar kantor, itu bisa jadi tanda mereka akan pindah.

Perusahaan mesti peka dengan tanda-tanda ini, karena hal ini penting banget agar tidak kebobolan kalau ada karyawan yang berkompeten punya niat cabut dari perusahaan. 

Tindakan preventif seperti ngobrol secara personal atau menanyakan kabar mereka bisa membuat karyawan merasa lebih dihargai dan didukung. 

Jangan sampai menunggu mereka mengajukan surat resign dulu, nanti Anda panik!

Jadi, Bos, Pimpinan atau Atasan jangan terlalu kaku atau terlalu jaga jarak dengan bawahan, agar bisa terjalin komunikasi yang lebih santai dan terbuka. 

Namanya juga karyawan pasti mereka punya rasa ingin curhat atau mengungkapkan uneg-unegnya tentang kerjaannya. 

Intinya kalau sudah seperti itu mereka butuh didengar dan ditindaklanjuti. 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun