Bunda setuju dengan usulan dan inisiatif Bagus karena selama ini Lani tampak dekat dengannya. Jika ada kesulitan, khususnya di bidang pelajaran, Lani biasa datang kepadanya. Karena itulah, ia yakin Lani mau membuka pintu.
"Dik, Dik Lani ...!" suara Bagus menggema di balik pintu.
Melani heran, mengapa Bagus memanggilnya? Ada apa? Karena penasaran, setelah terbangun dari tidur panjang sejak siang, sore, hingga pukul 20.00-an sekitar empat jam lebih, ia pun segera beranjak turun dari ranjang.
"Iya, sebentar!" jawabnya dari dalam kamar.
Segera beberapa orang yang berada di luar kamar mengangguk-angguk dan satu per satu agak menyingkir. Bermaksud memberi kesempatan kepada Bagus untuk berwawancara langsung dengan Melani.
Â
***Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI