Etika bisnis adalah aturan yang tidak tertulis tentang benar dan tidaknya dalam menjalankan suatu bisnis yang mencakup segala aspek kegiatan bisnis baik itu individu, perusahaan dan masyarakat. Contoh etika bisnis yang dijalankan dalam suatu perusahaan dapat memberikan nilai kepada semua pegawainya tentang norma dan perilaku baik karyawan sampai level pimpinan sekaligus.
Sedangkan pengertian etika adalah suatu aturan atau norma yang dipakai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat seseorang terkait perilaku baik dan butuk. Etika ini bisa diadopsi dalam dunia bisnis, entah itu bisnis online, binsnis syariah dan bisnis lainnya.
Contoh masalah Etika Bisnis
Starbucks membuat sebuah strategi Clustering, strategi itu dapat dikenal sebagai strategi yang dapat memaksa perusahaan kecil untuk keluar dari bisnis.
4.) Â Â Peran Pemerintah dalam Mendorong Perilaku Etis
Pemerintah dapat mendorong perilaku etis dengan memperketat regulasi. Diantara semuanya,hukum berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan, konflik kepentingan, dan akuntabilitasperusahaan. Namun, aturan juga perlu penegakan,dan pelaku bisnis yang tidak etis nampaknya sering"menyelipkan sesuatu" tanpa tertangkap. Peningkatan regulasi dapat membantu, namun tidak bisamemecahkan msalah etika secara keseluruhan.
5.) Â Peran Asosiasi Perdagangan Dalam Mendorong
 Perilaku EtisAsosiasi perdagangan sering memberika panduan etika bagi anggotanya. Organisasi - organisasiini, yang beroperasi dalam industri tertentu, berada dalam posisi yang baik untuk menekan anggota yangmenjalankan praktik bisnis secara meragukan. Namun, penegakan hukum dan otoritas bervariasi untukmasing - masing asosiasi. Asosiasi perdagangan dibentuk untuk kepentingan anggota mereka, sehinggatidakan - tindakan keras dapat merugikan diri sendiri.
6.) Â Peran Perusahaan Swasta dalam Mendorong Etika
Kode etik yang diberikan perusahaaan kepada karyawan mereka dapat menjadi cara yang paling efektif untuk mendorong perilaku etis. Sebuah kode etik (code of ethics) adalah panduan tertulistentang perilaku yang dapat diterima secara etis seperti yang didefinisikan oleh organisasi.kode tersebut menguraikan kebijakan seragam, standar, dan hukuman untuk pelanggaran. Karena karyawan tahu apa yang diharapkan dari mereka dan apa ynag terjadi apabila mereka melanggarnya, maka kode etik dapat mendorong perilaku etis. Kadang -- kadang karyawan yang ingin bertindak secara etis mungkin merasa sulit untuk melakukanya. Praktik yang tidak etis bisa jadi telah tertanam dalam suatu organisasi. Kemudian karyawan dengan etika pribadi tinggi kemudian dapat mengambil langkah kontroversial yang disebut "whistle-blowing" (meniup peluit). Whistle blowing adalah menginformasikan perbuatan tidak etis didalam suatu organisasi kepada pers atau pejabat pemerintah.
Ketika perusahaan berupaya menciptakan lingkungan yang mendidik karyawan dan memelihara perilaku etika, masalah etika yang muncul akan lebih sedikit. Pada akhirnya, kebutuhan untuk whistle blowing akan berkurang. Sulit bagi suatu organisasi untuk mengembangkan kode etik, kebijakan, dan prosedur, untuk menangani setiap hubungan dan situasi. Bila tidak ada kebijakan perusshaan, atau prosedur yang diterapkan, tes cepat untuk menentukan apakah perilaku termasuk etis adalah dengan melihat apakah orang lain-rekan kerja, pelanggan dan pemasok- menyetujuinya. Keputusan etis akan selalu dilakukan dengan teliti.keterbukaan dan komunikasi tentang pilihan akan membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan bisnis.