Selama 7 tahun baru kemarin itu saya tahu kalau ternyata produk air alkali yang dulu sering saya konsumsi ternyata manfaatnya tidak sesuperior yang selama ini digadang-gadang.
Dalam kesempatan lain saat saya berkunjung ke Klaten, saya sempat bertanya kepada ibu-ibu di sekitaran Polanharjo, Klaten.
Menurut Ibu Maryatun, salah seorang ibu yang tergabung dalam Rukun Santoso yaitu mereka yang mengolah sampah rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomis. Dia rutin sekali mengonsumsi air untuk diminum. Air yang diminum asalnya langsung dari sumber mata air Umbul Sigedang.

Sumber mata air Umbul Sigedang ini pula yang digunakan oleh Pabrik Aqua Klaten sebagai sumber air untuk produk mereka. Pemilihan sumber air tentu saja tidak sembarang pilih.
Menurut Erik Rahadian yang bekerja sebagai Quality Control di Pabrik Aqua Klaten, pemilihan sumber mata air dari Danone harus menjalani proses penelitian selama kurang lebih satu tahun. Hal ini untuk membuktikan kalau air yang akan diproduksi nanti layak minum.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI