Mohon tunggu...
Naswa Istiqomah
Naswa Istiqomah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/UIN Prof K.H Saifuddin Zuhri

saya suka menulis dan menggambar, saya juga sedang berlatih membuat artikel lewat laman weeb ini

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pendapat Rudin Haryono S.Pd Mengenai Pendidikan Islam yang Dikembangkan Dalam Sekolah Umum dan Pesantren

19 Desember 2022   07:27 Diperbarui: 19 Desember 2022   07:34 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

A.Definisi pendidikan Islam

Pendidikan Islam adalah proses bimbingan kepada manusia yang mencakup jasmani dan rohani yang berdasarkan pada ajaran dan dogma agama (Islam) agar terbentuk kepribadian. Pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang membimbing dan membina mental anak didik sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur'an dan hadits.

 Pendidikan Islam (Al Tarbiyah Al Islamiyah) adalah usaha untuk menyiapkan

manusia agar hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, sempurna budi pekertinya, teratur pikirannya, halus perasaannya, mahir dalam pekerjaan, manis tutur katanya baik lisan maupun tulisan. Dengan upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci al-Quran dan Hadits.

Menurut Bapak Rudin Haryono perkembangan pendidikan Islam diera sekarang

cukup pesat terutama pendidikan pesantren sudah mulai merambat ke masyarakat dan desa dengan adanya banyak sekali sistem madrasah didesa contoh TPQ (madrasah diniyah), kemudian sekarang juga mulai pendidikan madrasah yang kurikulumnya berbasis pesantren, jadi perkembangan yang dulu mungkin hanya dipinjam dipesantren sekarang dipinjam di madrasah diniyah. Adapun upaya-upaya yang dilakukan agar tujuan pendidikanislam tercapai sebagai berikut:

1.Meningkatkan pengembangan kemampuan profesionalisme pembelajar.

2.Mengembangkan pengelolaan lingkungan, prasarana, dan sarana pendidikan.

3.Mengembangkan pengelolaan sekolah.

4.Mengembangkan monitoring dan evaluasi.

5.Mengembangkan hubungan sekolah dan masyarakat.

Menurut beliau Bapak Rudin Haryono pun mengemukakan bahwa sekarang

banyak juga yang pondok pesantren yang sudah mengadakan penyamaan dalam penerapan pendidikan dan agama untuk tingkatan yang lebih tinggi. Contohnya kuliah berbasis pondok pesantren. Dengan kewajiban mondok sudah meningkatkan pengajar yang memiliki akhlak kesantrian yang dikenali memiliki sikap yang sopan dan lain sebagainya. Sehingga lulusan mahasiswa sudah sangat banyak yang berasal dari pondok pesantren.

Adapun yang beliau Bapak Rudin Haryono sampaikan bahwa pendidikan yang

cocok adalah pendidikan yang dilangsung oleh pesantren karena tidak hanya menekankan kemampuan intelektual saja tetapi juga mengutamakan pendidikan akhlak, budi pekerti dan tentunya pendidikan sosial ataupun toleransi yang besar.Pendidikan Islam ideal adalah membentuk manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT, mampu menggunakan logikanya secara baik, berinteraksi sosial dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan kata lain, pendidikan Islam ideal adalah membina potensi spiritual, emosional dan intelegensia secara optimal. Pendidikan Islam telah menjunjung tinggi dan mengarahkan tujuan itu kepada arah yang ideal, sehingga pendidikan itu sendiri terhindar dari penyimpangan atau pun ketergelinciran.Adapun tujuan lainnya ialah mengabdi kemanusiaan menuju kebaikan dan serta mewujudkan kebahagiaan individu dan masyarakat.

Pendidikan yang ideal adalah yang memiliki balance antara intektual, emosional,

dan spiritual. Jika diperlebar, maka bukan hanya berfokus kepada yang di didik (siswa) saja, melainkan contoh baik yang terlebih dahulu dipupuk kepada siapa yang mendidik (guru).Sedangkan Islam yang ideal itu sendiri yang adalah muslim yang senantiasa bersikap serasi atau seimbang. Maka ayat di atas adalah visi dari pribadi muslim. Dengan demikian visi dari pribadi muslim adalah menjadi pribadi yang mendapatkan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta terpelihara dari siksa neraka.Upaya untuk tercapainya peningkatan pendidikan islam yaitu Meningkatkan pengembangan kemampuan profesionalisme pembelajar. Mengembangkan pengelolaan lingkungan, prasarana, dan sarana pendidikan.Mengembangkan pengelolaan sekolah.Mengembangkan monitoring dan evaluasi. Adapun upaya-upaya yang dilakukan untuk tercapainya pendidikan islam yang ideal sebagai berikut:

1.Peningkatan kedisiplinan harus lebih diutamakan

2.Menggunakan media dan metode belajar yang releven

3.Melakukan evaluasi bulanan

4.Memberikan motivasi pendidikan pada anak

5.Menjalin komunikasi yang baik dengan wali murid.

B. Metode pembelajaran yang efisien

Belajar yang efektif adalah proses belajar mengajar yang berhasil guna, dan

proses pembelajaran itu mampu memberikan pemahaman, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu / kualitas yang lebih baik serta dapat memberikan perubahan perilaku dan dapat diaplikasikan atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun cara belajar yang efisien sebagai berikut:

1.Tetapkan tujuan

2.Atur jadwal belajar

3.Buat suasana belajar dengan nyaman

4.Membuat ringkasan

5.Buat akronim yang mudah diingat

6.Pahami bukan menghafal

7.Jangan malu Bertanya

8.Pantang menyerah

Dipondok beliau Bapak Rudin Haryono Periode cara pembelajaran ngajinya pada

waktu pagi (ba'da subuh), siang (ba'da dhuhur) dibagi menjadi 2 shif, sore (ba'da ashar), ba'da Maghrib dan malam (ba'da isya) juga ada 2 shif.Semua jadwal dilakukan secara bergantian dengan waktu yang ditentukan.

Otak akan lebih mudah berkonsentrasi untuk mengerjakan tugas berat dan belajar

pada Jam 11-2 siang. Setelah belajar otak dapat beristirahat penuh dengan tidur semalaman. Oleh karenanya waktu terbaik otak untuk belajar adalah jam 6-8 malam. Sedangkan belajar efesien adalah cara belajar yang meminimalkan usaha tetapi mendapatkan hasil yang maksimal. Yang diminimalkan disini juga berupa waktu, tempat, sarana dan prasarana belajar dan lain-lain.

Adapun waktu-waktu yang tepat untuk belajar yaitu:

1.Waktu subuh

Bangun di waktu subuh, tentu adalah pilihan yang sempurna untuk dipakai belajar. Karena kemampuan otak saat itu, bisa dibilang sedang berada pada fase terbaiknya. Selain itu, waktu subuh juga cocok dimanfaatkan untuk menghafal beberapa materi yang diajarkan di sekolah

2.Waktu malam

Oleh karena itu, malam hari adalah waktu yang lebih efektif bagi mereka untuk membaca dan belajar. Belajar pada saat ini juga membantu meningkatkan konsentrasi dan kreativitas karena sedikitnya gangguan. Tidur setelah belajar juga merupakan waktu yang baik untuk meningkatkan daya ingatOtak akan bekerja secara maksimal Pada waktu jam 9-11 , otak sudah memiliki hormon kortisol (hormon stres) yang cukup, sehingga dapat membantu memfokuskan pikiran. Waktu ini merupakan waktu yang cocok untuk belajar serta mengerjakan tugas yang membutuhkan analisa dan konsentrasi.

Tips-tips cara mengatur jadwal belajar yaitu:

1.Membuat daftar rencana belajar

2.Membuat target belajar

3.Tentukan prioritas

4.Jangan menunda pekerjaan

5.Selesaikan tugas lebih awal

6.Disiplin dan konsisten

Cara pembelajaran agar mudah cepat paham :

1.Mencari Tempat yang Tepat untuk belajar

2.Mencari Tempat yang Tepat untuk Belajar

3.Mencatat Informasi Penting 4. Mengulang Kembali Materi.

5.Istirahat yang cukup

6.Belajar diwaktu yang tepat

7.Atur jadwal khusus untuk belajar

8.Belajar kelompok

C. Konsep guru dalam pembelajaran

 Secara umum kurikulum merdekamerupakan kurikulum pembelajaran

intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.Kurikulum ini berfokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan dan karakteristik peserta didik.Inilah transformasi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai tujuan paling utama.

Konsep guru dalam pembelajaran dari bapak Rudin S.Pd. sebagai pengajar di SMP N 1 Bobotsari juga mengusung ke kurikulum merdeka yang terbaru dari penyempurnaan kurikulum 2013.Tidak jauh beda memang, hanya saja pengajaran yang diajarkan sekolah umum dan pesantren ini memiliki konsep yang cukup jauh beda. Terutama pada madin yang garap bapak Rudin.

Kurikulum pendidikan pesantren adalah bahan-bahan pendidikan Agama Islam

berupa kegiatan pengetahuan dan pengalaman yang dengan sengaja dan sistematis diberikan kepada santri untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam.

Ditempat beliau metode pembelajaran masih mengikuti konsep belajar pada

kurikulum pesantren. Konsep belajar kurikulum pesantren di tempat bapak rusdi,S.Pd. Terbilang umum sepertihal nya pesantren pada umumnya, seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu dengan membagi waktu ngaji sehabis subuh, bada dzuhur sampai malam berhenti 2 sift dan 2 romble habis magrib dan habis isya.

Kedua konsep tersebut sudah pasti memiliki perbedaan.Akan tetapi seperti

pendapat bapak Rusdi bahwa pembelajaran yang ideal lebih kepada konsep belajar kurikulum pesantren.Kenapa?karena tidak hanya menekankan kemampuan intelektual saja tapi juga mengutamakan pendidikan akhlak budi pekerti. Selama ini pesantren masih diidentikkan hanya sebagai pendidikan non formal oleh sebagian masyarakat.Padahal saat ini pendidikanpesantren sudah berkembang sangat luas, tidak hanya ada jenispendidikan non formal, melainkan ada juga jenispendidikan formalnya.Pesantren harus ditempatkan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sistempendidikannasional. Pesantren telah memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan generasi berkualitas dan mampu menjaga moralitas bangsa.Pesantren berpengalaman dalam membina, mencerdaskan, dan mengembangkan masyarakat.

Perbedaan yang mendasar antara pesantren dan sekolah umum terletak pada

kurikulum pendidikannya.Sekolah umum menggunakan kurikulum dari pemerintah, sedangkan pesantren menggunakan kurikulum pemerintah, kemetrian agama ataupun kurikulum yang diusung dari kebijakan pesantren itu sendiri.Walaupaun pesantren terkenal dengan agamanya tapi tidak sedikit yang mengambil kurikulum pemerintah karena ada pesantren yang modern dengan memadukan ilmu umum dan agama.

Pada dasarnya, tujuan kurikulum pembelajaran Pendidikan Agama Islam dari

tahun 1994-2013 memiliki esensi yang sama, yaitu menjadikan peserta didik menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertakwa dan berakhlak mulia.

Konsep belajar merupakan perubahan perilaku manusia.Perubahan dan Kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar.Disebabkan karena kemampuan belajarlah manusia dapat berkembang lebih jauh dari makhluk lainya.Mengapa peserta didik membutuhkan konsep dalam belajar?Yang pasti untuk meningkatkan dan meningkatkan daya imajinasi peserta didik. Dengan mengajak siswa berpikir melalui konsep, siswa akan mudah dalam mengembangkan kreativitas serta imajinasinya.

Konsep belajar Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Bobotsari bagi siswa non

muslim yaitu tidak diwajibkan. Mereka yang non muslim biasanya keluar kelas saat pelajaran pendidikan Islam berlangsung. Tapi, tak sedikit pula yang tetap dikelas dan mengikuti kegiatan pembelajaran agama islam. "banyak siswa yang non muslim tetap di kelasnya menyimak dan mendengarkan materi yang saya berikan". Ujar pak Rusdi selaku guru matkul PAI di SMPN 1 Bobotsari tersebut.Karena sejatinya Islam mengajarkan kebaikan untuk bersosial "yang jelas seluruh agama mengajarkan kebaikan"imbuh bapak Rudin.

Pendidikan bertujuan untuk membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi

muda muslim, yang berdasarkan dengan Aqidah Islam serta ketauhidannya kepada Allah swt., bergaul dengan teman yang mempunyai akhlak yang baik pula, memperdalam gama dengan berbagai cara, misalnya saja mempelajari hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam agar pengetahuannya bertambah semakin luas.

Melalui pendidikan dan pengajaran, berdampak pada akhlak yang baik. Apabila

seseorang yang pada awalnya belum begitu mengetahui tentang ilmu agama, kemudian ia mempunyai niat untuk memperdalam ilmu agamanya dengan cara menuntut ilmu di sekolahan yang berbasis agama, maka dengan seiring berjalannya waktu ia akan mengerti tentang ilmu agama.

D. Permasalahan Dalam Pendidikan Islam Dan Solusinya

Pada zaman modern saat ini pendidikan sangatlah penting, semakin mudah

informasi di dapatkan tentunya akan sangat berdampak untuk generasi muda pada zaman ini ,oleh karena itu pendidikan berbasis agama sangat penting di era digital agar generasi muda tidak terbawa arus negatif.

Penerapan pendidikan beragama biasanya dilakukan oleh institusi sekolah seperti

madrasah yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan umum tetapi juga ilmu agama.Pesantren merupakan salah satu tempat belajar agama berbeda dengan madrasah, pesantren yang lebih mendalami tentang ilmu agama.

Dalam penerapan pendidikan berbasis agama sering di jumpai beberapa kendala

yang menghambat dalam proses belajar dan mengajar, tentunya kendala setiap institusi pendidikan yang berbeda beda.

Menurut Pak Rudin S.Pd masalah pendidikan Islam saat ini adalah rusaknya

moral dan kurangnya adab peserta didik, hal ini dipicu oleh beberapa faktor yaitu :

1.Adanya pandemi sehingga berkurangnya waktu untuk belajar tatap muka Hal ini tentu menjadi kendala karena anak cenderung tidak dapat menerima dengan maksimal apa yang disampaikan pengajar.

2.maraknya penggunaan ponsel, penggunaan ponsel memang sudah menjadi hal yang wajib pada masa kini untuk menunjang pendidikan akan tetapi kita tidak dapat membendung efek negatif dari penggunaan ponsel.

3.terhentinya proses belajar agama di TPQ kebanyakan anak SMP atau anak yang sudah lulus SD sudah tidak lagi mau berangkat mengaji karena sudah memiliki kesibukan seperti mengikuti ekstrakurikuler ataupun les tambahan.

Hal ini sangat berdampak pada pengetahuan ilmu agama peserta didik contohnya

pengetahuan peserta didik di SMP Negeri 1 Bobotsari tentang sholat yang memprihatinkan hal tersebut perlu menjadi perhatian bagi tenaga pendidik, namun minimnya waktu dan banyaknya materi yang harus disampaikan menjadi tantangan bagi para pendidik. Pergantian kurikulum yang terlalu cepat juga membuat tenaga pendidik belum bisa melakukan pengajaran secara maksimal karena mereka perlu beradaptasi dengan kurikulum yang baru. Oleh karena itu perlunya menopang pendidikan di sekolah dengan pendidikan tambahan di TPQ atau Pondok agar pengetahuan peserta didik tentang agama lebih banyak, kerjasama antara guru dan orang tua juga sangat penting karena anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dari pada di sekolah.

Pengawasan dan bimbingan orang tua juga sangat diperlukan apalagi di era digital

di mana informasi sangat mudah untuk diakses, orang tua bertugas untuk mengawasi dan membimbing anak agar tidak meniru hal-hal negatif yang ada di internet, orang tua juga bertugas untuk menyaring informasi yang baik serta relevan untuk anak. Namun seringkali orang tua memiliki kesibukannya sendiri seperti bekerja sehingga anak menjadi lebih bebas melakukan apapun tanpa mengetahui apakah hal tersebut benar atau salah, Kurangnya kemampuan pendidikan atau wawasan orang tua juga berpengaruh kepada perkembangan pengetahuan anak karena keluarga merupakan pendidikan pertama seorang anak, Lingkungan yang sehat akan menciptakan kepribadian anak yang baik begitu pula lingkungan yang tidak sehat akan menciptakan kepribadian anak yang kurang baik.

Berikut ini beberapa cara menciptakan lingkungan yang sehat :

1.Orang tua harus memperhatikan perkembangan anak memenuhi kebutuhannya baik secara psikologi maupun secara materi.

2.Adanya kesadaran tentang pentingnya pendidikan untuk anak baik pendidikan umum maupun pendidikan agama.

3.Memberi contoh yang baik anak cenderung merekam dan meniru apa yang dilihatnya.

E. Konsep Siswa Dalam Pendidikan Islam

Setiap siswa memeiliki karakter yang berbeda beda, termasuk saat didalam kelas. Masing-masing memiliki cara sendiri dalam belajar, mengekspresikan diri, dan memecahkan masalah. Sebagai guru, anda perlu mengetahui cara menghadapi karakter siswa yang berbeda.

Mengenal karateristik siswa sangat penting bagi seorang guru, karena dengan

mengenal karakter siswa pendidik bisa menentukan metode, strategi dan komponen pembelajaran lain yang tepat sehingga akan membuat hasil belajar lebih optimal dan bermakna. Misalnya karakter siswa yang aktif dan senang bermain kurang tepat jika metode belajar yang digunakan adalah ceramah. Dengan memaksakan metode yang tidak sesuai hanya akan membuat siswa menjadi tidak semangat dalam belajar, dan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.

Mengenal karakteristik siswa juga berarti lebih memudahkan guru untuk

mengidentifikasi minat dan potensi peserta didiknya.Karakteristik atau kepribadian yang ada pada diri siswa sangat beragam bentuknya, ada siswa yang aktif, pemalu, ramah, mandiri, kreatif, bersahabat, nakal, membangkang, dan sebagainya.Semuanya harus bisa disikapi secara bijak oleh rekan guru.

Karakteristik umum yang perlu diperhatikan guru dan cara mengidentifikasinya;

1.Karakteristik atau keadaan yang berkenaan dengan kemampuan awal siswa. Misalnya kemampuan intelektual, kemampuan berfikir, dan lain-lain.

2.Karakteristik siswa yang berkenaan dengan latar belakang dan status sosial.

3.Karakteristi siswa yang berkaitan dengan perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dan lain-lain.

Cara yang bisa dilakukan dalam mengidentifikasi karakter anak dalam pembelajaran diantaranya dengan;

1.Amati aktivitas siswa selama proses KBM.

2.Lakukan komunikasi personal dua arah dengan siswa.

3.Ikut libatkan siswa dalam kegiatan pengembangan diri.

4.Amati tutur kata, sikap, perasaan dan perilaku siswa.

Manfaat mengenali karakteristik siswa;

1.Guru bisa memetakan peserta didik sesuai kondisi dan karakteristik masing-masing.

2.Guru bisa memberikan tugas kepada siswa sesuai kebutuhan dan kesanggupan siswa.

3.Guru dapat mengembangkan minat dan bakat peserta didik dengan tepat, dan bisa menekan potensi negatif dan karakter anak tersebut.

Dalam praktik pembelajaran sendiri, memahami karakteristik anak didik, guru juga harus memahami segala hal yang berkaitan dengan karakter anak yaitu;

1.Anak didik adalah subjek bukan objek pembelajaran. Sehingga anak memiliki kebebasan sendiri dalam menemukan kedewasaannya.

2.Anak didik adalah makhluk yang sedang berkembang yang mana setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda.

3.Anak didik hidup dalam dunia masing-masing. Artinya perlakuan dan stimulus yang diberikan pada anak SD akan berbeda dengan anak SMP, masing-masing punya cara sendiri dalam memahami dan menyerap suatu hal.

4.Anak didik datang dari lingkungan berbeda. Hal ini berarti pola pikir, budaya dan kebiasaan setiap siswa juga akan berbeda satu sama lain.

5.Anak didik memiliki ketergantungan terhadap orang dewasa. Sehingga penting adanya figur yang bisa membimbing, melindungi, dan mengarahkan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan matang.

6.Anak didik memiliki potensi dan dinamika. Dalam perkembangan diri banyak dinamika yang berubah dari dalam diri siswa, dan dalam proses pendewasaan hal ini adalah wajar. Terpenting sebagai guru perlu mengarahkan dan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dan minat siswa, sehingga siswa tidak terjerumus kepada hal negatif.

Itu dia beberapa hal yang perlu dipahami guru mengenai karakteristik siswa. Tentu saja untuk mengenali karakter setiap siswa bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Sehingga perlu pendekatan dan metode khusus dalam menyiapkan dan mengelola pembelajaran dengan karakter individu yang beragam.

Rekan guru tidak perlu menyiapkan metode dan strategi khusus pada setiap

siswa.Terpenting bisa mengenali karakteristik masing-masing siswa dan paham dengan kebutuhan mereka.Anda cukup mengarahkan dan membimbing, selanjutnya biarkan mereka berkembang sendiri sesuai dengan pola perkembangan dan minat masing-masing.

F. Pendidikan Yang Ideal Dalam Pendidikan Islam

Menurut bapak Rudin Haryono S.Pd pendidikan yang ideal dalam pendidikan

islam adalah pendidikan yang di usung pesantren, pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum tetapi juga di selingi dengan ilmu keagaamaan. Pendidikan yang di usung oleh pesantren juga mengedepankan akhlak dan budi pekerti dimana hal tersebut merupakan hal penting yang menjadi dasar pendidikan, berbeda dengen pendidikan umum yang lebih di ajarkan ilmu pengetahuan umum daripada ilmu keagaamaan.

Madrasah merupakan sintesis dialektika antara pendidikan pribumi dan eropa,

penggabungan sistem pendidikan moderenisme dan tradisionalisme membuat siswa/siswi tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum tetapi juga belajar ilmu pengetahuan keagaaman. Namun ilmu pengetahuan keagamaan yang di ajarkan di madrasah tidak sebanyak yang di ajarkan di pondok pesantren yaitu hanya 30% dan 70% pendidikan umum, hal ini dilakukan berdasarkan keputusan SKP 3 mentri yang melakukan penyesuaian kurikulum agar lulusan madrasah dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Perubahan inovasi sebagai tolak ukur dalam mengembangkan pendidikan.sebagai

tindakan sebagai model pendidikan islam yang baru untuk menjawab persoalan yang diahadapi dalam perkembangan zaman. Hal yang didasari pada realitas pendidikan saat ini yang bertujuan mengasilkan manusia yang berupaya meningkatkan kualitas manusia.Alquran dan hadis sebagai patokan perkembangan dan dari pemikiran manusia yang mulai keluar kendali ilmu agama.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun