Konsumsi makanan olahan umumnya menjadi solusi tepat dalam mempersingkat waktu menyiapkan makanan
Mengkonsumsi makanan olahan memang menjadi solusi tercepat jika Anda tidak punya waktu untuk memasak dalam waktu yang lama. Biasanya konsumsi ini lebih sering dilakukan oleh warga kota dengan intensitas kerja harian yang cukup padat.Â
Nyaman dan mudah dibawa kemana-mana, dua hal ini sering menjadi alasan utama mengonsumsi makanan olahan yang belum tentu sehat bagi tubuh. Namun, meski nyaman, frekuensi makan makanan olahan tidak boleh terlalu banyak atau tidak boleh dilakukan setiap hari.
Baca Juga: Ikuti 5 Langkah Ini untuk Mengurangi Makanan Olahan demi Kesehatan AndaÂ
5 Cara Mengurangi Konsumsi Makanan Olahan
Anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan mengonsumsi makanan olahan secara instan. Jika sudah terbiasa, maka tentunya butuh proses untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Berbagai langkah untuk mengurangi makanan olahan adalah sebagai berikut.
1. Simpan Bahan Makanan Segar
Simpan makanan sehat di lemari es untuk menghindari konsumsi makanan cepat saji. Tidak perlu memasak banyak menu yang ribet, Anda bisa menyimpan telur, tempe, ayam tanpa pengawet, dll, jadi saat ingin makan tinggal proses saja.Â
Alih-alih makanan olahan, makanan segar jauh lebih hemat dan sehat untuk tubuh. Sisihkan hari khusus untuk membumbui semua bahan makanan, lalu dinginkan dalam jumlah waktu yang sesuai agar makanan dapat bertahan lama.
2. Kebiasaan Diubah secara Perlahan
Ubah kebiasaan mengonsumsi junk food secara bertahap, tidak perlu terburu-buru untuk berhenti mengonsumsinya sama sekali. Anda bisa mulai dengan mengurangi porsinya sebesar 25%, lalu menguranginya menjadi 50%, lalu 75%, dan terakhir mencoba berhenti di 100%.Â
Makan makanan yang praktis memang solusi terbaik ketika Anda tinggal sendiri atau bangun terlambat ketika tiba waktunya untuk mengemas perlengkapan sekolah dan bahan makanan untuk suami Anda. Terkadang, asalkan tidak terlalu sering, Anda masih bisa makan makanan olahan.
3. Sediakan Camilan Sehat
Sumber makanan sehat sangat membantu proses berhenti makan junk food, tapi terkadang makan banyak saja tidak cukup. Anda pasti masih ingin ngemil berbagai macam jajanan dijual di pasar, mulai dari jajanan kemasan hingga jajanan kaki lima.
Siapa yang tidak suka makanan jalanan? Selain itu, makanan ini sudah dikonsumsi sejak sekolah dasar. Namun, bahaya jajanan pinggir jalan terhadap kebersihan tidak jauh berbeda dengan bahaya makanan olahan.
Apabila kebersihannya terjaga, tentu bukan kasus besar. Namun, lebih baik Anda menyiapkan camilan ringan sendiri pada rumah, seperti salad, buah, kacang-kacangan, muesli, dan lainnya yang memiliki bobot ringan bagi tubuh.
4. Kebiasaan Baru Belanja Bulanan
Ubah kebiasaan belanja Anda dengan menyimpan makanan sehat di lemari es selama sebulan. Kebiasaan menyediakan makanan siap saji mendorong Anda dan keluarga untuk mengonsumsi jajanan ini kapan pun Anda mau. Secara tidak langsung, akan terlalu sulit untuk mengontrol tidak makan makanan cepat saji ketika semuanya sudah di depan mata.
5. Minum Air Putih
Untuk memiliki gaya hidup sehat, mengonsumsi air sebanyak yang dibutuhkan menjadi hal yang penting. Rata-rata, tubuh manusia membutuhkan hingga 8 gelas per hari untuk orang dewasa.Â
Bahaya kekurangan cairan dalam tubuh berdampak mematikan pada  konsentrasi dan kekuatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Demi hidup sehat, konsumsi makanan olahan pasti harus dikurangi atau bahkan dihentikan agar kesehatan tubuh meningkat.
Baca Juga: Ini 4 Manfaat Minyak Kelapa Murni bagi Kesehatan
Setelah mengetahui kelima cara di atas, segera terapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda agar dapat meningkatkan kualitas hidup sehat Anda. Makanan olahan boleh dikonsumsi, namun tidak terlalu sering. Semoga artikel ini bermanfaat.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI