Mohon tunggu...
Naila Zalfaa Zulfiani
Naila Zalfaa Zulfiani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswi aktif Kesejahteraan Sosial yang gemar membaca dan bersosialisasi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Adab Mendengar dan Berbicara

4 Juli 2024   20:10 Diperbarui: 4 Juli 2024   21:00 190
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

6. Jangan senang berdebat meski benar

Kecenderungan orang yang suka berdebat adalah mengomentari setiap perkataan orang lain dari sisi lemah atau salahnya. Komentar tersebut biasanya berupa celaan dan kritikan yang dapat mengundang pertikaian. Seseorang yang senang berdebat akan terjerumus ke dalam dosa dan kesesatan.

Karenanya, seorang Muslim sebaiknya menghindari banyak berdebat dengan orang lain walaupun ia benar. Dari Abu Umamah RA, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda:

“Aku akan menjamin sebuah istana di sekitar surga bai orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar. Dan aku menjamin sebuah istana di tengah-tengah surga bagi orang yang tidak berdusta meskipun bercanda. Dan aku menjamin istana di atas surga bagi orang yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

7. Larangan membuat pendengar tertawa dengan sesuatu yang dusta

Banyak orang yang dengan sengaja berbohong dan mengada-ada agar pendengarnya tertawa. Jelas ini adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam menjelaskan dalam sabdanya bahwa celakalah bagi seseorang yang berbicara untuk membuat sekelompok orang tertawa dengan suatu kebohongan. Adab dalam mendengarkan cukup sederhana, hanya dengan mendengarkan dan memasang telinga, mendengar baik-baik ketika ada orang yang berbicara kepada kita. Usahakan untuk mendengarkan baik-baik dan menghargai setiap perkataan orang tersebut selama itu baik dan bermanfaat agar kita juga tidak menyakiti hatinya.

Akhir kata inilah materi ceramah yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan pembaca sekalian mendapat manfaat dari apa yang saya sampaikan, terkhusus kepada diri saya pribadi.

وابالله التوفيق والهداية ، ورضى والعناية ,والعفو منكم

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun