Bondan yang melihat semangatku itu tak diam. Ia mendekat kepadaku. Dipukulnya pundakku pelan.
“Kau hebat, Men. Aku bantu Kau. Kita lawan mereka. Dua layangan lawan empat layangan. Ayolah!” ujar Bondan tiba-tiba. Pandangannya penuh wibawa.
Aku tersenyum menatapnya. Semangatku tumbuh kembali. Dukungan Bondan itu membuat aku yakin bahwa kami nanti akan memenangkan pertandingan. (bersambung)
Catatan: Novel ini belum pernah dipublikasikan. Pertama di Kompasiana.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI