Di samping itu, ada kecenderungan membangun budaya kolutif dengan para pengusaha. Dan paling utama, mereka cenderung memuluskan kepentingan keluarganya di berbagai bidang.
Untuk keberlangsungan dalam jabatan, biasanya dia cenderung bertahan dalam lingkaran kekuasaan. Kebertahanan itu pun dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama.Â
Namun, untuk naik pada tingkat yang lebih tinggi, belum terlalu lihai dicapai. Ia pintar menjaga konstituen dan ini menjadi modal untuk mempertahankan status kuo.
4. Â Â Â Lahan Menguatkan Ideologi
Ideologi menjadi salah satu motivasi seseorang dalam melakukan setiap pekerjaan. Sebab, ideologi menyangkut cara pandang dan falsafah yang dianut dan menjadi ruh dalam diri seseorang.
Demikian pun seorang Caleg. Caleg tipe ini biasanya mempelajari ideologi partai politik sebelum bergabung. Bila ideologi sama, pastilah ia bergabung.Â
Caleg tipe ini biasanya menyiapkan modal secara mandiri. Tidak hanya itu, modal ekonominya juga ditunjang oleh kelompok ideologinya. Sementara itu, kemampuan intelektual Caleg, tergolong mendekati mumpuni. Sebab, alasannya berkompetisi yakni ideologi yang dimulai dengan proses dialektika intelektualitas.Â
Konsekuensi dari itu, dia berupaya mencari panggung untuk tampil. Lantaran, di panggung itu, ia tidak hanya mensosialisasikan diri, tetapi juga ideologi yang diantut. Soal money politik, dia cenderung menghindari hal tersebut. Sebab, baginya, setiap ideologi apapun, tidak pernah mengajarkan kerja-kerja hitam. Â Â
Kala sudah menjabat, ia cenderung memperhatikan masyarakatnya. Malah, ia mengumpulkan sebanyak mungkin pendukung untuk bersama-sama menyokong ideologinya. Namun, tanpa disadari, hal ini bisa menjadi benih lahirnya nepotisme. Lantaran, ikatan simbiosis mutualisme dalam ideologi sangat tinggi. Â
Dampak positifnya, Caleg ini mampu bertahan dari waktu ke waktu. Bahkan, jenjang karir Caleg tipe ini semakin meningkat dari hari ke hari. Sudah banyak tokoh bangsa ini yang kuat mengusung ideologi dan menjadikan dirinya besar.