Jangan ketawa. Ini hipotesis serius. Â Berdasar pengalaman empiris.
Ceritanya begini.
Setelah Presiden Jokowi mengumumkan berakhirnya pandemi Covid-19 pada akgir Desember 2022 yang lalu, aku pikir sudah saatnya meningkatkan mobilitas fisik antar ruang.Â
Baik itu dari ruang domestik ke ruang publik. Maupun dari satu ke lain ruang publik.Â
Dengan kata lain bepergian.
Dua perlengkapan wajib bepergian adalah koper dan sepatu, bukan?
Nah, aku ambillah sepatu kets andalanku dari kotaknnya. Sudah dua tahun dia mendekam di situ. Nganggur.Â
Soalnya, selama pandemi gak kemana-mana. Di rumah saja, turut nasihat Pak Jokowi. Kan gak mungkin mondar-mandir pakai sepatu kets di dalam rumah. Kecuali pandir.
Aku pakai lagilah sepatu itu. Niatku mau jogging ke taman kota.Â
Tapi apa yang terjadi? Baru jalan sekira 10 meter, sol sepatu itu pada copot.
Itulah penyakit sepatu. Kelamaan tak dipakai, daya rekat lem solnya melemah. Copot dah itu sol.