Mohon tunggu...
Monika Ekowati
Monika Ekowati Mohon Tunggu... Guru - Seorang biarawati Tarekat SND--> ARTIKEL yang kutulis ini khusus untuk KOMPASIANA Jika muncul di SITUS lain berarti telah DIJIPLAK tanpa IJIN PENULIS !

Betapa indahnya hidup ini, betapa saya mencintai hidup ini, namun hanya DIA yang paling indah dalam Surga-Nya dan dalam hidupku ini, saya akan mencintai dan mengabdi DIA dalam hidupku ini ARTIKEL yang kutulis ini khusus untuk KOMPASIANA Jika muncul di SITUS lain berarti telah DIJIPLAK tanpa IJIN PENULIS !

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mengenang Pelepasan Sang Idola

25 Agustus 2020   21:15 Diperbarui: 25 Agustus 2020   21:20 304
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Cerah mentari di Ostia sore itu,

Sementara debur laut Tyrhenia,

Mengingatkan kembali suasana di tepian pantai Cartago,

Di mana permainan air di bibir pantai, menjilati jemari kakimu.

Sore ini telah kau genggam ranum manisnya kebahagiaan.

Pohon-pohon kurma yang memisahkan antara atrium,

dan kawasan pantai menjadi saksi.

Kau nikmati buah-buah rindu, yang telah lama ingin kau raih.

Dan kini telah kau rasakan semua itu.

Sore ini, di atas dipan yang beralaskan kain putih,

Engkau terbaring,

Matamu terpejam, jemari anakmu kau genggam

Kau sakit namun ka  bahagia

Pembicaraanmu berkisar IMAN PADA TUHAN

Yang kini telah kau miliki berdua.

Walau sejam terjadi, namun, tiada mampu terlupa di hati anakmu.

Walau bumi tiada lagi disobekan alur bajak,

Laut ( dok pri )
Laut ( dok pri )
Tapi kenangan ini takkan sirna dimakan waktu.

Angin  kembara, meniup lembut segar sukma,

Menghalau geraknya bunga-bunga rumput kecil

Matamu terbuka ceria menyambut panggilan Tuhan.

Senja kecerahan cinta

Menghantar sukmamu, Juwita

Berbekal kelimpahan keutamaan.

Kau genggam doa dan pujian dalam diam

Oh, SANTA MONIKA

Kuingin satu bersamamu

Membidikkan doa-doa buat sesama.

Menuju cinta Sang Raja.

Tenggelamnya surya senja hari.

Merengkuh kedamaianmu.

Kau sibakkan halimun duka

Kau bisikkan kata bahagia.

Dan kecerahan langit rembang petang saat ini

Mebidukkan kedamaian seorang santa

Oh, Santa Monika

Bentangkan keibuanmu kepadaku

Kuingin kelak pergi dalam kedamaianmu.

Pohonkan doamu pada-Nya

agar jiwaku senantiasa siap,

Menanti jemputanmu, untuk menemui raja kita.

Yang menanti dengan kecemerlangan cinta abadi.

Oleh Sr Maria Monika SND

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun