Mohon tunggu...
Mohamad Ramadhan Argakoesoemah
Mohamad Ramadhan Argakoesoemah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen STIE Indonesia Banking School

Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen STIE Indonesia Banking School

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Dengan Tiongkok

24 Juni 2023   20:00 Diperbarui: 24 Juni 2023   20:02 404
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Cina bergerak cepat dan cerdas dalam menapaki tangga ekonomi dunia dalam waktu yang singkat. Saat ini sedang berlangsung gelombang aliran modal industri dunia berkecepatan tinggi yang sangat besar mengalir ke Cina melampaui banyak negara-negara industri yang sudah maju. Di negara inilah saat ini dunia berinvestasi.

Interaksi yang terjadi dalam masyarakat yaitu berupa kerja sama, konflik dan kompetisi. Komunikasi kerja sama ini terjadi antar personal. Sedangkan persaingan atau kompetisi ini terjadi dalam persaingan bisnis.

Cina telah sukses menerapkan komunikasi pembangunan lintas budaya dengan konsep interdependensi dengan pemahaman terhadap adanya keterkaitan antar negara dalam dimensi fisik maupun ekonomi diharapkan mampu menciptakan adanya kerja sama yang mendorong adanya perdamaian dan pembangunan dunia. Saat ini Cina mengalami "Gaige Kaifang" melalui kebijakan reformasi dan membuka diri di segala bidang kehidupan menuju ke arah yang lebih baik. Cina mengetuk pintu semua negara di seluruh dunia dan merayu semua perusahaan multinasional dunia untuk berinvestasi.

Hambatan komunikasi antarbudaya dalam tataran praksis, meskipun hubungan secara organik tidak ada masalah, akan tetapi yang ada sampai sekarang hambatan dalam hubungan emosional. Potensi konflik ini yang harus disikapi (Muchtar, 2008). Contoh Budaya China, belum sepenuh diterima oleh masyarakat kita. Mungkin karena penerimaan masyarakat etnik China terhadap budaya Indonesia dinilai kurang, menyebabkan sebaliknya terjadi juga, penerimaan masyarakat pribumi Indonesia terhadap budaya etnik China juga kurang.

Hal ini tidak akan terjadi sepandainya komunikasi budaya China dengan masyarakat Indonesia berjalan baik, hambatan dan sekat-sekat dalam integrasi tak mesti ada. Hambatan komunikasi antarbudaya dan sekat integrasi etnik. China masih ada karena etnik China masih terbawa-bawa perilaku di masa penjajahan Belanda, di mana orang-orang asing Asia dianggap sebagai warga kelas dua (Muchtar, 2008).

Orang pribumi asli Indonesia dianggap warga kelas tiga. Warga kelas satunya warga kulit putih/Belanda. Cermati saja, pesta pernikahan orang-orang etnik China, dari cara berpakaian masih berbudaya Eropa.

Jarang yang berpakaian budaya China, apalagi yang berpakaian budaya Indonesia. Yang diundang juga demikian, sangat sedikit orang pribumi. Ini artinya, etnik China itu sendiri yang menciptakan sekat-sekat, sehingga ini mengganggu jalannya proses integrasi dan pembauran (Muchtar, 2008).

Hambatan komunikasi antarbudaya juga terjadi dengan masyarakat kita dengan etnik China. Mestinya, karena etnik China sudah menjadi warga negara Indonesia, ia harus diperlakukan sebagai bagian dari masyarakat kita. Ambil contoh Amerika, walaupun ada dari suku bangsa atau etnik lain menjadi warga negara Amerika 1-2 hari berjalan, penerimaan masyarakat sangat baik sekali. Kalau saja filosofi budaya Minangkabau bisa dipraktikkan, yakni di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung (di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung) atau tiba di kandang kambing mengembik, di kandang harimau mengaum (tiba di kandang kambing mengembik, di kandang harimau mengaum), maka sekat dan hambatan komunikasi dan integrasi itu tak ada lagi.

Kebudayaan atau culture adalah sistem yang kompleks dari nilai, ciri-ciri, mural dan adat istiadat yang dimiliki atau dijalankan bersama oleh sebuah masyarakat. Kebudayaan mengajari orang bagaimana berperilaku. Menurut antropologi, kebudayaan adalah sistem untuk menghasilkan, mengirimkan, menyimpan dan memproses informasi.

Kita wajib mempelajari budaya bangsa lain. Itu terkait dengan dunia bisnis dan beranilah untuk mengubah sesuatu demi kepentingan yang lebih besar. Jangan bersifat Etnosentrisme, yaitu merasa budaya sendiri lebih baik dari orang lain berdasarkan RAS. Kunci untuk sukses dalam berinteraksi bisnis adalah mengetahui bagaimana membaca budaya dari rekan bisnis kita sehingga kita dapat menemukan salah satu yang membuat rekan bisnis kita senang.

Komunikasi bisnis lintas budaya secara sederhana dapat dimaksudkan sebagai komunikasi yang digunakan di dunia bisnis baik verbal atau non-verbal. Kita harus memperhatikan faktor budaya di daerah, wilayah atau negara. Mengenali makna atau maksud ungkapan yang disampaikan melalui kontak mata, sikap tubuh dan gerak tubuh adalah sangat tergantung pada budaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun