Perang Kemerdekaan II yang terjadi akibat Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948, ternyata telah membutuhkan Belanda dalam menghancurkan dan meniadakan Republik Indonesia hasil Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Kaum Kolonialis Belanda telah gagal dalam melaksanakan praktek kekerasan senjata, mereka tidak maMpu menghadapi perlawanan rakyat semesta di bawah bimbingan TNI. Terpaksa Belanda mencari jalan lain yaitu membuka kembali perundingan dengan Pemerintah Indonesia, setelah perbuatannya dikecam dunia internasional umumnya dan bangsa Asia Afrika pada khususnya.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, maka uluran tangan Belanda untuk mengajak berunding kita terima. Dengan diawali oleh persetujuan Roem-Royen, ternyata akhirnya kita dapat menyelesaikan persoalan-persoalan pelik akibat Agresi Militer Belanda II dengan cukup berhasil.
Persetujuan Roem- RoyenÂ
Pada tanggal 3 Maret 1949 Presiden Sukarno mengadakan pembicaraan dengan penghubung BFO, dan beliau menegaskan tentang perlunya kedudukan Pemerintah RI di pulihkan sebagai syarat dilangsungkannya perundingan yang selaras dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.Â
Pada tanggal 4 Maret 1949, Presiden Sukarno membalas undangan Wakil Tinggi Mahkota Belanda yang berisi penolakan menghadiri KMB, kecuali dengan syarat sebagai berikut:
pengembalian kekuasaan RI adalah syarat mutlak untuk memulai perundingan.
kedudukan dan kewajiban komisi PBB untuk Indonesia dalam membantu pelaksanaan resolusi PBB tidak terganggu
(Kartodirjo, 1975: 65).
Dari pihak Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 23 Maret 1949 PBB mengirimkan kawat kepada Pemerintah Belanda, yang menyatakan bahwa Komisi PBB untuk Indonesia telah bekerja sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB tanggal 28 Januari 1949.
Berkat kerja keras dari UNCI, akhirnya pada tanggal 6 Mei 1949 mulailah tampak tahap terakhir perundingan Roem Royen. Dan akhirnya tercapailah persetujuan yang kemudian terkenal dengan persetujuan RoenRoyem. Adapun isi dari perundingan Roen-Royen sebagaimana dikemukakan Drs. Sardjono dkk adalah sebagai berikut:
1. Â Â Â Â Â Statemen Delegasi Republik Indonesia (Diucapkan oleh Mr. Roem)