"Pemerintahku pasti menolak telah terlibat dalam urusan ini. Aku sendirian sekarang." Suara lemah Lian Xi memecah keheningan dengan tiba-tiba.
Cecilia menghampiri Lian Xi dan memegang tangannya.
"Kamu tidak sendirian. Ada aku, Andalas, dan Akiko." Lian Xi tersenyum kepada Cecilia. Dokter ini tulus. Tidak seperti.....matanya bersirobok dengan Akiko yang menatapnya sinis.
Andalas ikut menatap Lian Xi.
"Jadi bagaimana nasib Fasilitas Gobi, Lian Xi?"
Lian Xi duduk di sofa dan mengambil gelas kopi Andalas. Menyeruputnya sedikit lalu menghabiskannya. Akiko mendelik.
"Aku tidak terlalu khawatir dengan Fasilitas Gobi. Pemerintah China hanya mengenal itu sebagai pusat penelitian pribadi dari orang terkaya nomor 2 di China. Mereka tidak akan mengusiknya."
"Siapa?" Andalas mendesak.
"Seorang pejabat tinggi politbiro yang merupakan pengusaha dan tidak berada di dalam pemerintahan."
"Siapa?" Kali ini Cecilia mendesak. Ini penting.
"Kakak beradik bermarga Huang yang selama ini dikenal sebagai salah satu Philantropis besar dunia."