Namun, setelah kematian Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Kerajaan Israel di utara (beribukota di Samaria) dan Kerajaan Yehuda di selatan (beribukota di Yerusalem).
Periode Kerajaan Terpecah dan Pembuangan: Dari Rehabeam hingga Pembuangan ke Babel
Setelah kematian Salomo, putranya Rehabeam menjadi raja. Namun, karena kebijakan-kebijakan yang tidak populer, sepuluh suku di utara memisahkan diri dan membentuk Kerajaan Israel di bawah pimpinan Yerobeam.
Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda sering terlibat dalam perang saudara dan bergelut dengan berbagai bentuk penyembahan berhala.
Kerajaan Israel di utara akhirnya dihancurkan oleh Kekaisaran Asyur pada tahun 722 SM, dan penduduknya diasingkan. Kerajaan Yehuda di selatan bertahan lebih lama, tetapi pada akhirnya juga jatuh ke tangan Kekaisaran Babel pada tahun 586 SM.
Raja Nebukadnezar dari Babel menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci, dan sebagian besar penduduk Yehuda diasingkan ke Babel. Peristiwa ini dikenal sebagai Pembuangan ke Babel dan tercatat dalam kitab-kitab nabi Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel.
Selama periode pembuangan ini, para nabi seperti Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel memainkan peran penting dalam menjaga iman bangsa Israel. Mereka menyampaikan pesan-pesan penghiburan dan pengharapan bahwa Tuhan tidak melupakan umat-Nya dan suatu hari akan memulihkan mereka.
Periode Kembali dari Pembuangan dan Pembangunan Kembali: Ezra dan Nehemia
Setelah sekitar 70 tahun di pembuangan, bangsa Israel diperbolehkan kembali ke tanah mereka oleh Raja Koresh dari Persia, yang telah menaklukkan Babel. Koresh mengizinkan bangsa Yahudi untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci. Periode ini tercatat dalam kitab Ezra dan Nehemia.
Kepemimpinan pada periode ini dipegang oleh para pemimpin rohani seperti Zerubabel, Ezra, dan Nehemia. Mereka bekerja keras untuk membangun kembali Bait Suci dan tembok Yerusalem, serta memperbarui komitmen spiritual bangsa Israel kepada Tuhan.
Meski mereka kembali ke tanah mereka, bangsa Israel tetap berada di bawah kekuasaan asing, pertama Persia, lalu Yunani, dan kemudian Romawi.