Aku dan Vicki lalu makan tanpa bernafas dan mengunyah sekedarnya supaya semua makanan yang kami pesan bisa masuk perut kami. 10 menit kemudian kami selesai makan dengan menyisakan kuah es dan kuah bakso. Selanjutnya kami langsung berlari mencari Bu Dita.
“Sayang ih, kuah es ku….”kataku.
“Hedeh, ada panggilan cito noh. Masih mikirin kuah es.” Kata Lela.
Kami bertiga berjalan tergopoh-gopoh ke ruangan Bu Dita.
“Kalian udah selesai makannya? Tugasnya aku titip kelompok Martin.” Kata Bu Dita saat kami menghadap.
Kami lalu ke basecamp untuk menemui kelompok Martin. Sampai di basecamp, kelompok Martin sedang menghitung dan mengelompokkan sarung tangan sekali pakai.
“Tugas dari Bu DIta buat kami apa, Tin?” Tanya Vicki.
“Nih, barengan sama kelompokku buat ngitung sarung tangan trus dibungkusin lima puluh tiap bungkus.” Kata Martin.
“Itu aja?” tanyaku.
“Iya.” Jawab Martin. “Nanti mau dikirim ke satelit farmasi buat dipake petugasnya.”
“Ini yang katanya tugas cito?” tanyaku lagi. “Seberapa cito sih?”