Mohon tunggu...
Mas Nawir
Mas Nawir Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta/Penulis lepas

Vlogger Blogger Youtuber

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menggali Spirit Kebhinekaan di Dusun Lamuk

18 Januari 2020   14:14 Diperbarui: 18 Januari 2020   14:14 474
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lilin yang terus dijaga Sepenjang waktu agar tetap menyala/dokpri

"Warga di kampung ini satu RW pak", kata pak Yamto membuka pembicaraan.

Penduduk kampung Lamuk saat ini lebih kurang 210 Kepala Keluarga. Yang tinggal di wilayah 2 RW kelurahan Kemanggisan kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dan bertani menjadi mata pencaharian utama bagi penduduk kampung ini.

"80% beragama Budha pak", terang pak Yamto lebih lanjut. 

Ada dua vihara yang ada di kampung ini. Satu yang berada di bawah naungan pak Yamto dan satu lagi di bawah, tapi sayang saya gagal menemui pengurus vihara yang berada di bawah.

"Sedang ke luar kota pak", terang salah seorang penduduk yang kami temui di jalan.

Di Lamuk juga ada satu gereja dan satu musholla, tentu dengan jemaat yang lebih kecil daripada jamaah Budha. 

Dusun Lamuk tercipta sebagai dusun kesenian yang ada di Kabupaten Temanggung. Berbagai macam kesenian dari wayang, ketoprak, reog, Soreng, ada di dusun ini.

Acara merti desa setiap tahun selalu meriah. Dihadiri oleh seluruh warga desa dengan makan bersama di makam sebagai wujud Rasya Syukur dan mengingat para leluhur. 

Sehabis acara makan bersama di makam bisanya dilanjut dengan pagelaran seni seperti reog atau wayang kulit. 

"Setiap tahun kami datang ke candi Borobudur untuk mengikuti peringatan Waisyak", kata pak Yamto.

Pak Yamto menyampaikan, mungkin warga dusunnya yang paling banyak datang saat Waisyak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun