Mohon tunggu...
Ahmad Indra
Ahmad Indra Mohon Tunggu... Administrasi - Swasta

Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Sosok di Balik Sukses Para Pebalap Grandprix Motor

9 Agustus 2020   00:15 Diperbarui: 18 Agustus 2020   12:20 464
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Marlboro Yamaha Team Roberts mengandalkan juara dunia GP 500cc 1989, Eddie Lawson dan Wayne Rainey. Di kelas 250 cc, Team Roberts membawa pulang gelar ke AS melalui John Kocinski I Foto Gazzeta.it

Marlboro Yamaha Team Roberts mengandalkan juara dunia GP 500cc 1989, Eddie Lawson dan Wayne Rainey. Di kelas 250 cc, Team Roberts membawa pulang gelar ke AS melalui John Kocinski I Foto Gazzeta.it
Marlboro Yamaha Team Roberts mengandalkan juara dunia GP 500cc 1989, Eddie Lawson dan Wayne Rainey. Di kelas 250 cc, Team Roberts membawa pulang gelar ke AS melalui John Kocinski I Foto Gazzeta.it
Team Roberts akhirnya mundur dari peta persaingan MotoGP pada 2007 karena tak mendapatkan sponsor.

3. Fausto Gresini

Masih ingat pebalap kribo yang digadang-gadang menjadi penerus Valentino Rossi? Yup, siapa lagi kalau bukan Marco Simoncelli. Namun belum lama berkiprah di kelas utama, Simoncelli harus mundur dari kejuaraan untuk selamanya karena tewas selepas mengalami kecelakaan fatal di Sirkuit Sepang pada 2011 lalu.

Siapa juga yang masih ingat Daijiro Kato? Dia adalah juara dunia GP 250cc pada 2001 yang mencatat rekor 11 kemenangan dalam 1 musim. Namun sayang, perjalanannya juga terhenti setelah dia mengalami kecelakaan hebat di Sirkuit Suzuki pada 2003. Setelah koma selama 2 pekan, nyawanya pun akhirnya tak tertolong.

Simoncelli dan Kato adalah 2 pebalap yang pernah berada di tim asuhan Fausto Gresini, Gresini Racing. Pebalap papan atas lain yang besar bersama Gresini diantaranya adalah Sete Gibernau (runner up MotoGP 2003 & 2004), Marco Melandri (runner up MotoGP 2005), Toni Elias (juara dunia Moto2 2010), Enea Bastianini (runner up Moto3 2016) dan Jorge Martin (juara dunia Moto3 2018).

Fausto Gresini, sebelumnya adalah juara dunia GP 125cc di tahun 1985 dan 1987. Gresini Racing dibentuk pada 1997 dan masih aktif hingga kini. Kiprah tim ini komplit di semua kelas, termasuk di MotoE dimana  Matteo Ferrari mengukuhkan diri menjadi juara dunia balap motor elektrik yang pertama. 

Pada musim ini, Aprilia Racing Team Gresini mengandalkan Aleix Espargaro dan Bradley Smith di kelas MotoGP. 

4. Lucio Cecchinello

Cecchinello memang tidak sehebat 3 orang di atas. Partisipasinya di GP 125cc pada 1993 hingga 2003 hanya menghasilkan posisi terbaik peringkat 4 klasemen akhir (2001 dan 2002). 

Pada 1996, pria 50 tahun itu membentuk tim balapnya sendiri berjuluk Team LCR (Lucio Cecchinello Racing). Dia pun bertindak sebagai pebalap sekaligus sebagai manajer. LCR hingga kini adalah tim satelit yang menghasilkan beberapa pebalap handal meski mereka menjadi juara dunia setelah meninggalkan LCR.  

Sebut saja Casey Stoner yang membela LCR-Honda pada 2006. Di tahun berikutnya, pria berkebangsaan Australia itu menjadi kampiun saat membesut Ducati Desmosedici. Prestasi yang sama diulanginya pada 2011 saat membela Repsol Honda Team. Nama lain yang bisa disebut adalah Randy de Puniet yang menghuni peringkat ke-3 GP 250cc musim 2004 dan Roberto Locatelli.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Balap Selengkapnya
Lihat Balap Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun