Orang-orang kota berduyun-duyun kembali
Ya, dari desa ini mereka berasal
Tampak wajah-wajah lega rindu bertemu
Terdengar riuh tawa selepas berbagi cerita
Â
Ku melihat, mendengar, pikiran mengembara,.. namun belum juga paham
Kenapa selalu saja mereka mendewakan bahagia di kota?
Merantau meninggalkan bahagia di desa,.. meninggalkan keluarga
Seolah derita sengaja dihadirkan, Pergi untuk Kembali hadir
Â
Musim hujan yang terlupa, ku pernah singgah di kota
Tak menghirup semilir sejuk, malah pekat asap ku dapat
Susah bagiku tuk hinggap berteduh, jarang pohon tinggi berdiri
Apalagi makan, disana tiada sawah, menyisakan sisa nasi di tebaran sampah
Â
Damai di desa ini, meski sepi harus ku akui
Sepi bila dibandingkan kota, tak semeriah lampu-lampu di sana
Namun semilir sejuk masih terhirup,.. rindang pohon juga banyak
Makan perkara mudah, menanti padi bersemi,.. buah berbuah
Â
Desa kembali sepi, mereka pergi lagi
Kenapa tidak menetap saja disini?
Ah, mereka kan manusia,.. makhluk yang punya keasyikan sendiri dalam hidupnya,..
Makhluk yang selalu punya sanggah atas nama pencarian bahagia
***
_________________
di sebuah desa di Bantul D.I.Y.
Saat menjalani ramai longweekend (24 Des 2015 - 3 Jan 2016); bebarengan dengan libur sekolah.
sumber ilustrasi foto
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI