Tokoh utama: John Austin, Hans Kelsen, dan H.L.A Hart.
Prinsip utama: Hukum adalah peraturan yang diberlakukan oleh otoritas berwenang, dan ketaatan pada hukum tidak tergantung pada nilai moralnya.
Kritik: Mengabaikan aspek moral dalam hukum, yang dapat menyebabkan hukum yang berlaku menjadi tidak adil.
3. Teori Hukum Utilitarian
Teori hukum utilitarian berpendapat bahwa hukum bertujuan untuk mencapai kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang yang paling banyak. Teori ini menilai hukum berdasarkan manfaat yang dihasilkannya bagi masyarakat. Jika suatu hukum dapat meningkatkan kesejahteraan atau kebahagiaan masyarakat, maka hukum tersebut dianggap sah dan layak diberlakukan.
Tokoh utama: Jeremy Bentham dan John Stuart Mill.
Prinsip utama: Hukum yang baik adalah hukum yang membawa manfaat terbesar bagi jumlah orang terbanyak.
Kritik: Mengabaikan hak-hak minoritas atau individu karena fokus pada kebahagiaan mayoritas.
4. Teori Hukum Sosiologis
Teori hukum sosiologis atau sociological jurisprudence melihat hukum sebagai alat yang berkembang bersama masyarakat dan bertujuan untuk mengatur hubungan sosial. Hukum menurut teori ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi sosial yang berkembang agar dapat berfungsi dengan efektif.
Tokoh utama: Émile Durkheim, Roscoe Pound, dan Eugen Ehrlich.