Mohon tunggu...
MARIA REVANA WAHYUAGUSTI
MARIA REVANA WAHYUAGUSTI Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Pelajar

Hiiii

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

MEMORI YANG AMARTA

29 Januari 2024   20:04 Diperbarui: 31 Januari 2024   11:46 198
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"UDAHHHHHH KALIANNNNN BISAA NGGAK GAUSAH RIBUT MEMPERMASALAHKAN YANG UDAH TERJADI? PERCUMA KALIAN RIBUT TERUS ITU NGGAK BIKIN MASALAH KITA SELESAI." Ujar Vita dengan suara yang bergema didalam kelas.

"Nah, iya mending sekarang kita semua bantuin buat propreti biar penampilan kita sukses." Kata Monic yang seakan mencoba meredakan suasana kelas yang saat itu sedang tegang.

"Ah wegah ra sudii! Tanggung jawab e sopo kok dadi kene kon melu melu." Ujar Irfan yang masih tidak terima.

"Kalo emang itu jalan yang terbaik ya udah gas aja." Kata Nadine dengan mengajak teman - temannya.

Hingga Irfan tidak bisa berkata - kata dan akhirnya setuju untuk ikut serta dalam membuat propreti.

Dikarenakan propretinya tidak dapat diselesaikan di sekolah akhirnya pembuatan propreti dilanjutkan dirumah teman kamu yaitu Netta. Karena rumah Netta merupakan rumah yang paling dekat dengan sekolah.

Hingga akhirnya propreti kami sudah siap digunakan untuk tampil. Kemudian karena hari sudah semakin dekat maka seluruh pengisi acara diadakan gladi bersih di pendopo sekolah.

Naasnya ketika h -1 kita tampil tiba tiba muncul sebuah notifikasi grub dari wali kelas kami yang mengabarkan bahwa teman kami tercinta yaitu Netta mengalami laka lantas yang mengakibatkan harus menjalani operasi. Saat itu kami berusaha memberikan semangat pada teman kami meskipun hanya melalui chat.

Hari yang cerah dengan kicauan burung yang merdu seperti hati kami yang bersuka cita dipagi itu. Tibalah hari yang selalu kami nantikan kehadirannya. Dengan segala rintangan yang telah dilewati bersama. Pagi itu kami telah bersemangat untuk datang ke sekolah. Saat kami datang ke sekolah kita langsung menuju kelas 12 IPS 2 untuk melakukan persiapa. LHO KENAPA DI KELAS 12? Ya karena kelas 10 itu dekat dengan pendopo. Nah supaya misanya bejalan dengan lancar maka kelas kami dipindahkan. ETSS tidak hanya kelasku saja empat kelas lain juga pindah kok. Sebenarnya tidak semua anak enggak mengikuti misa yang mengikuti misa itu hanya anak - anak yang tidak perlu persiapan yang lebih dari satu jam. Setelah semua persiapan selesai dan misa pun berakhir kami pun melanjutkan sesi perfotoan dulu. Satu CKREK dua CKEREK dah bahkan tiga CKEREK sudah dilakukan, kami pun langsung berjalan menuju pendopo dengan membawa propreti yang akan digunakan.

Saat kami dipendopo kami tidak langsung tampil diatas panggung namun kita menikmati terlebih dahulu dari sambutan dan penampilan  - penampilan dari teman - teman kami secara pergantian. Ketika kelas Antasena sudah naik keatas panggung, kita juga sudah harus melakukan persiapan untuk tampil dan tibalah waktunya kami dipanggil diatas panggung untuk menunjukkan penampilan kami yang berasal dari Kalimantan.

Tanpa ada dibayangan kami suasana saat kami tampil suasananya sangat bervariasi ada yang tertawa, tegang, gembira, dan bahkan sedih. Suasana tegang terjadi karena dalam drama kami ada bagian saat akan mengorbankan anaknya dengan menggunakan parang asli dari Kalimantan yang katanya kalo itu digunakan dapat meminta korban. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun