Mohon tunggu...
M Abd Rahim
M Abd Rahim Mohon Tunggu... Guru - Guru/Dai
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

GPAI SMK PGRI 1 SURABAYA, Ingin terus belajar dan memberi manfaat orang banyak (Khoirunnas Anfa'uhum Linnas)

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cahaya Itu Ilmu, Obornya adalah Guru

25 November 2022   00:56 Diperbarui: 1 Desember 2022   02:28 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri/diolah dengan canva.com

"Tsa-Sya, Dhlo-Dho." Rino masih belajar membedakan antara bunyi huruf Hijaiyah Tsa dan Syin besar, antara bunyi huruf Dhlo dan Dhod. Kemudian kami lanjut membunyikan panjang dan pendeknya huruf. 

Bu Yayuk senyum dan membenarkan ketika kami salah.

***

Sementara Pak Alif mempersiapkan absensi untuk kegiatan Hari Guru besok. Memang semua harus dipersiapkan, yang sebelumnya sore tadi pak Alif ngeprint bacaan istighosah kemudian digandakan sebanyak 360 lembar.

Aku yang disuruh pak Alif pergi ke foto kopi belakang sekolah, tapi masih tutup. Pergi ke tempat foto kopi lain, "Pak toko foto kopinya buka jam berapa?" Tanyaku kepada pemilik toko yang sedang bersama anak perempuannya.

"Iya mas ini mau saya buka!, maaf tadi tutup sementara menjemput anakku pulang sekolah." Katanya

Anak perempuannya kurang lebih baru berumur 5 tahun. Memakai seragam kanak-kanak. Anaknya diturunkan, kemudian bapak tersebut membuka tokonya. Begitulah jerih payah orang tua ketika anaknya sudah sekolah. Menutup tokonya sementara hanya untuk mengantar atau menjemputnya sekolah.

"Baik pak!"

Setelah kumasuk, benar mesin fotocopy sudah nyala dan lembar bacaan istighosah kiriman dari Ust. Mahrus siap digandakan. 

"Ditunggu saja mas, sebentar kok!"

Beberapa menit 360 lembar bacaan istighosah sudah dimasukkan ke tas plastik. "Berapa Pak?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun