Mohon tunggu...
Anirosse
Anirosse Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Aku suka membaca buku (lebih tepatnya novel), dan baru-baru ini suka menulis cerita genre drama, suspense/thriller, dan romance.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Selamat Tinggal

21 Juni 2022   08:45 Diperbarui: 21 Juni 2022   08:59 1095
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Di bulan Oktober aku bertemu dengannya pertama kali, sangat canggung sekaligus malu. Namun semua itu berubah setelah pertemuan kedua kemudian seterusnya. Akan aku ceritakan bagaimana itu bisa terjadi bahkan setelah enam tahun lamanya.

Hari itu adalah yang tersibuk dari semua hari di sepanjang tahun 2016. Aku yang masih kelas satu sekolah menengah kejuruan mendapatkan tugas membuat skenario naskah drama untuk pentas seni kelas.

"Ann, kamu sudah buat naskahnya belum?, Pak Aris kemarin nanyain itu ke aku!" tanya Mona, teman sekelasku yang menjadi pemimpin grup drama kelas sepuluh.

Aku yang belum membuat naskah drama hanya bisa tersenyum kecil kemudian menggelengkan kepala.

"Belum," jawabku singkat.

"Aku tunggu sampai hari Jumat ya, soalnya waktu buat pentas kan sebentar lagi. Kalau misalnya nggak sanggup, cerita aja supaya yang lain bisa gantiin tugas kamu!" tegas Mona.

Aku yang tahu kalau Mona sedang menahan kesal hanya diam kemudian mengangguk tanda setuju.

* * *

Oktober 2016

Pukul satu siang aku bersiap-siap pergi ke warnet. Memakai rok hitam, kaos berwarna hitam, dan jilbab hitam. Jangan kaget, aku memang sangat suka warna hitam bahkan pakaian dalam pun aku selalu memakai warna hitam.

Lima belas menit kemudian aku sampai, aku segera memarkirkan motor di depan warnet. Kesan pertama datang kesana adalah berisik. Banyak anak-anak yang sedang main game sekaligus memainkan musik yang sangat keras.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun