Tiba-tiba telfonya berdering dan langsung berdiri sambil mengucapkan perpisan kepada ku tampa mengatakan sesuatu selain, “ aku pergi dulu ya.”
Aku hanya bisa melihat punggungnya yang semakin jau semakin terhalang oleh rumput yang berada di bukit itu.
“kenapa kau seperti senja yang datang lalu pergi begitu saja nona” tanyaku dalam hati.
Aku menepuk jidat ku karena aku lupa berkenalan denganya tadi.
Pertemuan kedua
Hari ini aku bangun agak telat karena semalam aku memeriksa kembali potretanku tadi sing dan tak sengaja aku melihat sesuatu di galeri kameraku foto seorang cewek yang ku potret diam-diam tadi. Aku pun tak bisa tidur karena memikirkan dan membayangkan parasnya yang begitu sempurna bagaikan senja. Jujur saja waktu aku melihatnya aku mulai jatuh cinta dan dia membuat aku tak bisa tidur.
Di kantin sekolah aku duduk sendiri sambil mengoatak atik laptopku. Aku menulis sebuah cerpen tetang seorang cewek yang membuat aku jatuh cinta kepadanya. Tak sengaja aku melihat sesorang yang kurasa aku pernah menemukanya.
Aku pu memperhatikanya dengan baik-baik mulai dari bawah sampai atas. Aku pun kaget karena aku menemukanya lagi di sini, tampa pikir panjang aku langsung berdiri dan ingin menghampirinya. Tiba-tiba seorang cewek merangkulnya yang tak lain adalah sepupuku, namanya raya.
Raya adalah adik kelas kalau di sekolah, dia kelas XI sedangkan aku kelas XII . Dia sangat dekat denganku karena Ayahnya menyuruhku untuk menjaganya dan menganggap Raya seperti adikku sendiri. Raya sering memangilku tan karena namaku kristan wirata.
Raya memangilku dan melangkah kearahku juga. Disitu aku merasa cangung dan salah tingkah melihat cewek yang bersamanya.
“ kak Tan ngapin disini” tanya raya sambil mengambil kursi hendak duduk denganku.
“Tidak ada apa” sambil mempersilahkan mereka duduk. “Hay kita bertemu lagi ya” sapa ku pada cewek yang ada di samping raya. Sedangakan dia hanya senyum dan malu menangapi ucapanku tadi.