"Benar begitu, Marie ?" Jacob menoleh ke arahku. Aku cuma tersenyum mengikuti pembicaraan mereka.
"Ini kamar yang digunakan oleh Marie selama di sini..."Â Kami berdua lalu duduk di atas tempat tidur yang baru dua pekan aku tinggalkan. Seperti sebuah keajaiban aku hari ini berada diatasnya kembali. Bahkan saat berpamitan pada Nenek Pome aku tidak yakin apakah aku akan berada di Wacola lagi atau tidak karena bahkan untuk ke Wacola lagi pun aku tidak ada alasan yang cukup kuat yang melatarbelakanginya.
"Hampir setiap malam aku menulis di meja itu." Kataku kepada Jacob dan Nenek Pome.
"Menulis tentang ?" Tanya Jacob.
"Tentang Wacola dan aku sudah terpikir untuk bagaimana agar tulisan-tulisanku itu bisa diterbitkan namun tidak menggunakan namaku."
"Lalu menggunakan nama siapa ?"
"Namamu. Jacob Alek."
"Itu bukan tulisan-tulisanku. Aku bisa menghubungkanmu dengan pihak penerbit kalau kau mau."
"Aku pikir masalah bukan di pihak penerbit."
"Lalu?"
"Tentang bagaimana agar ide-ide dalam tulisanku bisa diterima oleh pembaca."