Mohon tunggu...
Laura Irawati
Laura Irawati Mohon Tunggu... Direktur Piwku Kota Cilegon (www.piwku.com), CEO Jagur Communication (www.jagurtravel.com, www.jagurweb.com) -

Mother, with 4 kids. Just living is not enough... one must have sunshine, most persistent and urgent question is, 'What are you doing for others?' ;)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ayah Mirna Ternyata Anggota BIN

4 Februari 2016   18:35 Diperbarui: 21 September 2016   21:48 63879
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Disini Darmawan sudah menggiring opini penyidik bahwa Jessica sudah merencanakan aksinya itu sedemikian rupa, sampai hal tas yang menghalangi kamera CCTV. Dan, kembali suara yang diduga penyidik dari kepolisian itu membenarkannya dengan jawaban “Ya betul, Pak”.

Saya tak paham hukum. Kalau pun Jessica memang betul sudah merencanakan aksinya sedetil itu, seharusnya itu adalah hasil penyidikan pihak kepolisian, bukan didasari opini orang yang tidak memiliki kompetensi pada penyidikan itu. Apalagi opini dari salah satu pihak yang bersengketa secara hukum.

Selanjutnya:

Diduga suara saksi perempuan dari kafe : Tidak ada karena kita tuang air panas di depan tamu. Lalu Mbak Hani sama Mbak Mirna datang duduk di tempat masing-masing. Sudah duduk di tempat masing-masing. Posisi Mbak Mirna di tengah.

Diduga suara penyidik : Waktu datang gimana?

Diduga suara saksi perempuan dari kafe : Waktu datang, "Hai", cipika cipiki biasa. Kita lihat biasa saja. Kita nggak lihat langsung itu.

Diduga suara ayah Mirna : Ada yang aneh nggak? Siapa tahu kan lesbian ini.

Dari awal, Darmawan juga sudah menggiring ke opini bahwa motif Jessica menghilangkan nyawa Mirna adalah Jessica cemburu kepada Mirna, karena Jessica lesbian.

Kalau betul Darmawan anggota BIN seperti yang dituduhkan pengacara Jessica, dimana dia menggunakan keahlian dan otoritas jabatannya guna mempengaruhi penegak hukum, waduuh... alamat tragis nanti hasilnya. Ingat Bapak-bapak, konsekwensi dari kasus ini adalah seorang gadis yang akan berhadapan dengan vonis mati. Kalau salah... Hikz, kami hanya bisa bersedih.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti membantah suara dalam rekaman tersebut adalah suara penyidik dari kepolisian yang sedang memeriksa saksi dari Olivier Cafe. Ia tidak mengomentari rekaman itu. "Saya tidak mau mengkonfirmasi, mengomentari rekaman tersebut. Itu bukan suara saya ...."

Lho, penyidik kan bukan hanya Bapak....

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun