Mata Raissa mengerjap sedih. Adica lupa, sepertinya ia melupakan pentingnya hari ini. Dengan lesu, dikumpulkannya gelas kosong lalu dibawanya ke dapur. Sementara Adica santai saja memandangi langit sambil menikmati ketenangan. Sedikit ketenangan di hari libur sudah cukup.
Ketika Raissa kembali, Adica telah berpindah posisi. Ia berdiri menjulang di depan upright piano. Tatapannya terarah lurus ke arah Raissa.
"Raissa, kamu tahu ini hari apa? Ini Hari Minggu," ujar Adica tenang.
Raissa mengangguk mantap. Tak paham dengan apa yang akan dilakukan berikutnya. Kepalanya pusing memikirkan bagaimana bisa Calvin dan Silvi yang identik dengan kelemahlembutan bisa tahan hidup seatap dengan kekasihnya yang ajaib. Ajaib karena tingkah absurdnya.
Nada-nada indah mengalun dari piano. Kedengarannya seperti lagu yang diimprovisasi.
Down to earth
Keep 'em falling when I know it hurts
Going faster than a million miles an hour
Trying to catch my breath some way, somehow
Down to earth
It's like I'm frozen, but the world still turns