** Â Â Â
Usai shalat Jumat, Calvin mengajak tiga sahabatnya ke kantor pusat. Sudah lama ia tak datang ke sana. Bertemu langsung dengan karyawan, mendengarkan keluhan, progres, dan problem mereka. Melihat kinerja wakil direktur. Memastikan semuanya berjalan lancar.
Syifa pun ikut bersama mereka. Sementara ini, anak-anak dibawa Chantika dan Dokter Rustian ke Dreamland Beach. Kunjungan ke kantor pusat sudah lama terencana.
Para karyawan menyambut hangat kedatangan mereka. Mengungkapkan rasa senang dan rindunya pada Calvin. Menyalami Revan, Albert, dan Anton. Mengagumi kecantikan Syifa.
"Oh, jadi ini istrinya Pak Adica? Cantik sekali..."
"Iya, kami baru tahu kalau istrinya Pak Adica secantik ini."
Syifa tersenyum menanggapi pujian itu. Dalam hati ia bertanya-tanya, bagaimana sosok Adica di mata karyawannya. Calvin menyimpan pertanyaan yang sama.
"Pak Calvin, Bu Syifa, dan...ah, pasti ini sahabat-sahabatnya Pak Calvin ya. Selamat siang, selamat datang kembali." Sihar terburu-buru keluar dari ruangannya. Tersenyum lebar menyambut mereka.
Sihar kini telah berubah. Tak lagi jahat, culas, dan licik. Sejak insyaf dan meminta maaf pada Adica, ia menjadi lebih ramah dan baik hati. Bahkan kini dialah yang memegang jabatan wakil direktur. Sementara menjalankan tugas-tugas sebagai direktur utama, sebab posisi itu masih kosong hingga detik ini. Seakan ada yang menahan mereka untuk menggantikan posisi Adica.
Segera saja Sihar melaporkan beberapa progres pada Calvin. Tentang beberapa trik yang berhasil dijalankan untuk menaikkan omset penjualan. Trik yang paling berhasil ternyata melalui musik, mengganti keranjang belanja dengan kereta belanja, dan meletakkan barang kebutuhan sehari-hari di bagian belakang supermarket. Alhasil para pengunjung supermarket akan tertarik melihat-lihat seluruh display barang sebelum mencapai rak bagian belakang. Calvin puas dengan laporannya.
"Sampaikan rasa terima kasih saya pada professional playlist market," ucap Calvin excited.