Konon sepertiga penduduk kampungnya pernah menerima bantuan dari keluarga Tansil. Atas kontribusi mereka, beragam penghargaan pun diterima.
Medali Emas dari pemerintah Provinsi Fujian (1990). Juga Penghargaan "Lue Yu Yingcai" atas usaha di bidang kesehatan, dari pemerintah pusat (1984).
Konon total sumbangan Harry Tansil hingga ia meninggal mencapai 25 juta dollar Amerika.Â
Sementara Harry Tansil bekerja di bawah, Hendra Rahardja menjadi corongnya. Ia tampil sebagai dermawan termahsyur.
Terlepas dari namanya yang sudah jelek di Indonesia, tidak di China. Hendra adalah pahlawan devisa bagi kampung halaman leluhurnya.
Sebuah patung menjadi monumen di Fujian Normal University. Mengenakan setelan Mao Suite. Tingginya sekitar 3 meter. Mirip patung Chairman Mao, pendiri RRT.
Patung yang terbuat dari pualam putih itu dinarasikan sebagai "bapak yang bijaksana." Dibuat atas kedermawanan Hendra bagi kampung halaman ayahnya.
Baca juga:Â Mao Suit, Gaya Busana Kim Jong-un, Ternyata Alat Propaganda.
Patung tersebut terpajang dekat pintu masuk sebuah Universitas yang bukan gureman. Tapi, Universitas tertua di provinsi Fujian. Salah satu yang terfavorit di China.Â
Dibangun di atas lahan 400 hektar. Luas bangunan mencapai 15 hektar.
