Devi Sari, perempuan manis di hari menanjak siang yang saya simak kata-katanya itu, berbicara teratur dan terukur. Cara bertuturnya meluncur lancar, tak terdengar menggelegak bak ombak menghantam pesisir, pun jauh dari pekik-pekik memicu adrenalin bak orator yang sedang memacu kata tak ubah menunggang motor atau mobil di lintasan balap.
Head of Indonesia Representative, Macao Government Tourism Office (MGTO) ini, dalam penuturannya, jauh dari kesan sedang menabur bunga-bunga kalimat untuk menggoda atau menggelembungkan niat audiens agar terpikat pada apa yang diucapkannya. Perlahan namun persuasif, melalui nada suara yang terdengar ringan, Devi membangun pengenalan di benak audiens tentang satu negeri eksotik yang direpresentasi olehnya, bernama Macao.

Macao, Si Cabe Rawit yang Telah Bersalin Rupa
Macao layak minder. Dalam peta Google, apabila Anda tertarik untuk mengetikkan kata "China", maka yang akan pampang adalah area besar negara ini. Di sisi Tenggara, Anda hanya akan berjumpa dengan nama "Hong Kong" sebagai satu titik. Bahkan dalam pembesaran gradual, yang terlebih dahulu muncul adalah nama Hainan, sebuah provinsi yang terkecil dan terselatan. Pembesaran lebih lanjut barulah menampakkan nama Macao.

Sebelum terwujudnya penerbangan langsung Jakarta-Macao-Jakarta pada Agustus tahun ini, Macao dapat pula dibaca sebagai salah satu alternatif paket tur melipir dari Hong Kong. Untuk pilihan jenis "tur sehari" ini, Macao tidaklah dominan. Ia diperhadapkan dengan pilihan menuju Shenzhen, dan Shenzhen kerap memenangkan pilihan saat wisatawan yang "berhenti" di Hong Kong, ingin mencicipi rasa menghirup udara dan nuansa kehidupan di daratan China.
Namun kini, 18 tahun kemudian, di usia "remaja matang" pascakembali ke rangkaian kedaulatan China, Macao telah bersalin rupa. Dengan luas yang tak sampai sekuku kelingking China daratan, Macao semakin percaya diri membangun branding dan mengibarkan panji-panji destinasi wisata utama, sebelum wisatawan beranjak ke provinsi atau negara lain.

Serba Informatif: Mencicipi Macao Dalam Bayang Imajinasi
Itulah Macao "Zaman Now". Tak heran bila Devi Sari bisa bercerita banyak, dengan perasaan bangga, tanpa perlu "membeli waktu". Ia bertutur tentang "keping" tersisa reruntuhan Katedral St. Paul yang monumental dan membangkitkan hasrat untuk mengabadikan diri di sana. Ada pula A-Ma Temple, kuil tertua yang dibangun lebih dari 500 tahun lalu (sebelum kehadiran orang Portugis), yang tampak teduh bila kita ingin berdiam sesaat untuk membinarkan mata batin. Tak lupa, sepintas cerita tentang kawasan ikonik Senado Square, tempat asyik bila kita hendak mengukir banyak kenangan dalam kebersamaan dalam bingkai foto.

Perbincangan tak berhenti di topik tentang bangunan atau gedung-gedung "zaman old" atau sejarah masa lalu tentang banyak hal sebagai kekayaan warisan yang ada di Macao. Ada kisah Macao masa kini, misalnya The House of Dancing Water, Performance Lake, atau Macao Giant Panda Pavilion di Seac Pai Van Park (Coloane). Yang monumental, tentu saja Macao Tower, menjulang 338 m dengan pemandangan panoramik dan gerai-gerai eksklusif, serta aktivitas yang melumerkan adrenalin seperti Bungy Jump tertinggi di dunia, Skyjump, Skywalk X dan Mast Climb.




Hanya itu? Tidak! Beragam Mobile Apps tentang Macao, setidaknya Anda mengunduh tiga di antaranya, yaitu Step Out, Macao yang menyajikan 8 panduan untuk berkeliling dengan jalan kaki, Experience Macao yang memberikan panduan penting menjelajah Macao dilengkapi panduan audio dan fungsi AR, dan What's On, Macao yang memberikan informasi berbagai event yang sedang berlangsung sehinggaa Anda bisa capcuzz tak kehilangan momen terkini.

[]
Seri Mengenal dan Menjelajah Macao:
- Destinasi Eksotik Memantik Hasrat Piknik ke Macao
- Ke Macao, Mobile Apps Ini Jadikan Anda Pakar Dalam Hitungan Menit
- 1001 Binar dan Pilihan Wajah Menyambut Anda di Macao
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI