Mohon tunggu...
Khoeri Abdul Muid
Khoeri Abdul Muid Mohon Tunggu... Administrasi - Infobesia

Kepala Sekolah SDN Kuryokalangan 02, Gabus Pati, Jateng. Direktur sanggar literasi CSP [Cah_Sor_Pring]. Redaktur Media Didaktik Indonesia [MDI]: bimbingan belajar, penerbit buku ber-ISBN dan mitra jurnal ilmiah beruputasi SINTA.. E-mail: bagusabdi68@yahoo.co.id atau khoeriabdul2006@gmail.com HP 081326649770

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Mas Eko dan "Glory" yang Hilang

26 November 2024   20:44 Diperbarui: 26 November 2024   20:46 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Leiden is lijden," gumamnya pelan. Ia tahu, itu bukan sekadar ungkapan lagi. Itu adalah kenyataan pahit yang kini harus ia hadapi.

Sekarang, Mas Eko sadar. "Glory" itu bukan tujuan yang sejati. Itu adalah ilusi yang semakin menjauh, seperti bayang-bayang yang lenyap ketika diterpa cahaya.

Maya menatapnya dengan ekspresi penuh penyesalan. "Mas Eko, saya... saya tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi," katanya, suaranya hampir hilang.

Mas Eko menutup pintu rapat-rapat, duduk kembali, dan memandangi kegelapan yang menyelubungi ruang itu, dengan satu pertanyaan yang terus menggema di dalam hatinya: Apakah masih ada tempat untuk keagungan yang sejati di dunia ini?

Ketika pintu rapat itu akhirnya tertutup, Mas Eko merasakan kepedihan yang mendalam. Di luar sana, Ardi dan yang lainnya masih berlarian mengejar "glory," sementara dia hanya bisa menyaksikan kehancuran yang telah ia bantu ciptakan, dengan cara yang paling tak terduga: mencari kemenangan, justru dengan kehilangan segalanya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun