Mohon tunggu...
Kasmiyati
Kasmiyati Mohon Tunggu... Guru - Hamba Allah

Ketika sudah memilih itu bukan sebuah kebetulan. Yakinlah semua karena kehendakNya. Mantapkan hati, tambahkan rasa syukur kepadaNya dan tetap kobarkan semangat untuk mearih ridloNya.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pengaruh Kompetensi Sosial, Iklim Kerja, Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Guru SLB Se-Kota Yogyakarta Tahun 2022

1 April 2023   01:00 Diperbarui: 1 April 2023   00:57 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Hasil penelitian ini pada variabel pengalaman mengajar, keterampilan mengajar dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta berpengaruh positif dan signifikan artinya hipotesis diterima. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasan (2015) menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi sosial guru, iklim kerja dan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SMA di kecamatan Nanggalo Padang. Persamaan variabel penelitian tetapi memiliki perbedaan lokasi penelitian dan jenjang pendidikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi sosial terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta sebesar 19,4%. Apabila semakin tinggi kompetensi sosial maka kinerja guru berpeluang menjadi tinggi. Namun apabila kompetensi sosial kurang baik maka kinerja guru kemungkinan besar menjadi kurang baik.  Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar (Mulyasa, 2007). Menurut Slamet dalam (Sagala, 2009) bahwa kompetensi sosial guru adalah kemampuan dan kecakapan seorang guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif pada pelaksanaan proses pembelajaran serta masyarakat sekitar.

Guru haruslah mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal. Apabila ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya, maka haruslah ia menyikapinya dengan hal yang tepat sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dengan masyarakat. Apabila terjadi benturan antara keduanya maka akan berakibat pada terganggunya proses pendidikan. Seorang guru haruslah memiliki kompetensi sosial agar nantinya apabila terjadi perbedaan nilai dengan masyarakat, dapat menyelesaikannya dengan baik sehingga tidak menghambat proses pendidikan.

Hasil penelitian ini pada variabel kompetensi sosial terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta berpengaruh positif dan signifikan artinya hipotesis pertama diterima. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh oleh Pristiwaluyo & Hakim (2018) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kompetensi sosial  terhadap kinerja guru lebih tinggi dari pada kompetensi kepribadian guru. Ada persamaan variabel yang diteliti yaitu kompetensi sosial guru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan keterampilan mengajar terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta sebesar 19,8%. Apabila iklim kerja semakin tinggi maka kinerja guru berpeluang menjadi tinggi. Apabila iklim kerja menurun maka kinerja guru kemungkinan besar menjadi menurun pula. Iklim kerja adalah sesuatu yang menjadi karakter, ciri khas atau nilai-nilai utama yang melekat dalam interaksi antar individu dan bagian dalam organisasi. dapat dikatakan bahwa iklim organisasi dimaksudkan untuk memberikan lingkungan pengasuhan yang mengakui bahwa pegawai diperlakukan sebagai individu. Dengan demikian, iklim kerja merupakan alat untuk memecahkan masalah (solusi) yang secara konsisten dapat berjalan dengan baik bagi suatu kelompok atau lembaga tertentu dalam menghadapi persoalan eksternal dan internalnya. Hal ini dapat ditularkan atau diajarkan kepada para indivivu untuk berpendapat, dan merasakan dalam hubungannya dengan persoalan tersebut.

Iklim kerja ini dapat diukur melalui dimensi safety (rasa aman), teaching and learning (kegiatan belajar mengajar), interpersonal relationships (hubungan dengan orang lain), dan institutional environment (lingkungan kerja). Iklim kerja yang kondusif mendorong setiap personil yang terlibat dalam organisasi untuk bertindak dan melakukan yang terbaik yang mengarah pada prestasi kinerja yang tinggi. Indikator iklim kerja meliputi kerjasama dengan teman, sarana dan prasarana, kondisi lingkungan, pembagian tugas dan kesejahteraan.

Hasil penelitian ini pada variabel iklim kerja terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta berpengaruh positif dan signifikan artinya hipotesis kedua diterima. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hamsah (2019) menunjukkan bahwa  iklim kerja yang tercipta dengan kondusif dapat menjadi faktor pendukung sehingga memberi pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru. Ada persamaan variabel yang diteliti yakni iklim kerja tetapi berbeda lokasi dan jenjang pendidikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta dengan sumbangan efektif sebesar 20,5%. Apabila motivasi berprestasi semakin tinggi maka kinerja guru berpeluang menjadi tinggi. Begitu pula sebaliknya motivasi berprestasi semakin kurang maka kinerja kerja guru berpeluang menjadi semakin kurang optimal. Motivasi berprestasi merupakan suatu karakteristik kepribadian yang penting dalam lingkungan organisasi, yang ditandai dengan adanya dorongan pada individu untuk mengungguli orang lain, berprestasi sesuai dengan seperangkat standar yang berlaku dan berjuang untuk sukses. Tumbuhnya motivasi pada seseorang itu tidak semata-mata muncul dari dalam diri seseorang, akan tetapi dapat dirangsang oleh faktor-faktor yang datang dari luar. Motivasi merupakan komoditi yang sangat diperlukan oleh semua orang termasuk guru. Motivasi berprestasi bisa terjadi jika guru mempunyai kebanggaan akan keberhasilan.

Motivasi berprestasi dalam dunia pendidikan merupakan kombinasi dari tiga faktor yaitu : (a) faktor keberhasilan pendidikan; (b) keberhasilan dalam melaksanakan tugas; dan (c) pengalaman sukses/gagal dalam pelaksanaan tugas (Falahy, 2005). Motivasi berprestasi mendorong guru dalam melaksanakan tugasnya secara optimal yang timbul dari dalam dirinya (motivasi instrinsik). Sehubungan dengan hal itu, Sumadi Suryabrata (2006:9) membedakan motivasi instrinsik yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri orang yang bersangkutan tanpa rangsangan maupun bantuan orang lain, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul oleh rangsangan dari luar diri seseorang, dan biasanya oleh orang lain.

Kedua jenis motivasi yaitu motivasi instrinsik umumnya lebih efektif dalam mendorong seseorang untuk belajar dari pada motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik mempunyai sifat yang lebih penting, sehingga perlu ditumbuhkan agar timbul keinginan untuk belajar pada diri siswa tidak dikarenakan oleh hal-hal lain seperti takut dimarahi guru atau orang tua, takut dihukum, malu pada teman dan sebagainya.

Hasil penelitian ini pada variabel motivasi berprestasi terhadap kinerja guru SLB se-kota Yogyakarta berpengaruh positif dan signifikan artinya hipotesis ketiga diterima. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat dkk (2018) menunjukkan bahwa motivasi berprestasi mempengaruhi kinerja guru sebesar 43,69%. Semakin tinggi motivasi berprestasi dari guru makan akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja yang ditampilkan. Penelitian ini memiliki variabel terikat yang sama yaitu kinerja guru. Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha, dkk (2013) menujukkan bahwa motivasi dan kompetensi guru secara positif dan signifikan berpengaruh bersamaan terhadap kinerja guru. Penenlitian ini memiliki variabel yang sama yaitu motivasi berprestasi dan kinerja guru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun