Tak terlihat lagi sepasang orang tua murid sibuk menyiapkan putri kecilnya yang akan mengikuti Pesta Siaga. Tak ada geliat Gugus Depan yang men-drill anggotanya yang akan mengikuti Jambore Nasional. Saat ini Pramuka tampaknya nyaris dilupakan.
Berbagai upaya dan terobosan untuk menguatkan kembali peran pramuka dalam pembinaan generasi muda bangsa telah banyak dilakukan. Pembentukan Satuan Karya-Satuan Karya adalah salah satu terobosan dalam upaya menarik minat untuk berkiprah dalam kepramukaan. Namun hal itu belum cukup memberikan hasil yang memuaskan.
Dari sisi jumlah, anggota yang tercatat mungkin sangat besar. Namun jumlah riil anggota yang benar-benar aktif masih perlu dipertanyakan. Jumlah anggota yang sangat besar terjadi karena adanya kebijakan yang mewajibkan siswa baru menjadi anggota.
Jadi kalau kita sering melihat serombongan pelajar mengenakan seragam pramuka belum tentu mereka itu anggota pramuka. Mereka mengenakan seragam pramuka karena pada hari itu diwajibkan memakai seragam pramuka.
Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam
menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.
Gerakan Pramuka memiliki segalanya untuk mencapai tujuannya. Tinggal bagaimana caranya mengenalkan kembali kepramukaan kepada segenap lapisan masyarakat, sebagai gerakan.
Gerakan yang memberikan manfaat kepada pembentukan karakter generasi muda. Para Pramuka harus memahami bahwa Pramuka adalah gerakan, bukan sekedar kegiatan ekstra kurukuler.
Mempersepsikan pramuka hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler adalah mengeliminasi dan mendegradasi peran pramuka dalam pembentukan karakter bangsa.
Tugas berat menanti Jenderal Budi Waseso untuk mengembalikan Pramuka sebagai gerakan. Gerakan yang terus menabur benih-benih kebaikan untuk bangsa ini.
Selamat Hari Pramuka
< Kang Win, Agustus 14, 2020 >
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H