Dari satu contoh peristiwa yang diwartakan itu, kita pun dapat menyimpulkan bahwa belum tentu seseorang yang membeli barang bekas itu adalah seseorang yang tidak mampu dari segi perekonomian. Bisa juga mereka memilihnya sebab faktor yang lain, untuk tabungan jangka panjang, misalnya. Â
Bekas Makin Berkah
Dengan membeli barang bekas, maka secara tidak langsung seseorang juga akan memberdayakan kembali barang yang memiliki kemungkinan untuk dapat dipakai. Ia akan memilih sebuah barang lawas yang mungkin jika tidak mendapatkan sentuhan perhatian, ia akan menjadi rongsokan yang mencemari lingkungan.Â
Dengan demikian, jika barang bekas ini mendapat perhatian yang baik, maka kemungkinan ia tak terpakai atau menjadi barang rongsokan akan menjadi relatif lebih kecil, sebab adanya kehendak seeorang untuk menggunakannya kembali.Â
Upaya perhatian seseorang atas barang bekas inilah yang akan berpotensi memberi nilai tambah baginya. Dari kondisi tak layak pakai menjadi kondisi yang berguna.Â
Nilai tambah pada barang inilah yang jika kita memandangnya melalui kacamata ajaran agama Islam, mungkin saja akan dianggap sebagai bentuk keberkahan, yakni bertambahnya kebaikan atas keadaan barang. Dari statusnya yang sebagai rongsokan menjadi barang berguna. Dari bekas menjadi berkah.Â
Biasanya, masalah lain yang kerap kali dikhawatirkan oleh seseorang manakala membeli barang bekas adalah berkaitan dengan penggunaannya dan cara merawatnya. Hal ini sangat wajar sebab jika melihat status barang yang pernah terpakai oleh orang lain ini seringkali kondisinya tidak akan sama baik dengan barang yang kita beli dari tokonya secara langsung, dalam kondisi yang baru.Â
Dan untuk menyiasati hal itu, saya memiliki tips tersendiri untuk menggunakan dan merawat barang bekas ini.Â
Pertama. Mengetahui kapasitas kemampuan dan penggunaan dari barang bekas itu. Hal ini penting untuk diperhatikan agar seseorang tidak overestimate atau berharap yang terlalu tinggi atas barang bekas yang telah mereka beli.
Misalnya saja, pada saat seseorang akan membeli kendaraan bekas yang tahunnya sudah cukup tua, jangan terlalu berharap ia akan dapat diandalkan untuk perjalanan jarak jauh seperti untuk bepergian antar propinsi. Sehingga, alangkah baiknya, ia menggunakannya untuk perjalanan jarak lokal atau dalam kota saja, sesuai kapasitas kemampuan kendaraannya.Â
Sementara itu, jika seseorang hendak menggunakannya untuk jarak yang lebih jauh, itu tatap boleh-boleh saja. Namun dengan catatan, ia sebaiknya harus dapat membuat langkah antisipasi jika sewaktu-waktu kendaraan mengalami kerusakan. Misalnya dengan membawa peralatan perbaikan sendiri, atau jika tidak sanggup memperbaikinya sendiri, juga bisa dengan 'mengantongi' nomor-nomor bengkel terpercaya yang ada di setiap kota.Â