Mohon tunggu...
kaekaha
kaekaha Mohon Tunggu... Wiraswasta - Best in Citizen Journalism 2020

(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Negeri Laskar Pelangi dan Kisah Raja Sehari yang Ngangeni

30 November 2023   21:37 Diperbarui: 2 Desember 2023   00:11 544
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cantiknya Pulau Lengkuas di Perairan Belitung | @kaekaha

Jadilah destinasi pertama "jalan-jalan kilat" kami ke Gantong adalah replika sekolah laskar pelangi yang aslinya bernama SD Muhammadiyah, Gantong. Penampakannya mirip sekali dengan properti dalam syuting film Laskar Pelangi. Di lokasi ini, selain terdapat replika sekolah juga terdapat museum laskar pelangi yang menyimpan beberapa properti yang di pakai syuting filmnya.

Karena waktu kita sangat terbatas, kita tidak bisa berlama-lama mengeksplorasi dua destinasi yang lahir pasca meledaknya novel dan juga film Laskar Pelangi tersebut. Cukup nggak cukup, kita semua wajib memaksimalkan waktu yang diatur oleh guide dari panitia lokal kami.

Setelah dianggap cukup merekam semua sisi  dan sudut replika sekolah dan juga museum laskar pelangi, akhirnya rombongan kami langsung melanjutkan perjalanan ke Museum Kata yang didirikan Andrea Hirata sejak 2009 silam.

Wajah Museum Kata di Awal Tahun 2016 Silam | @kaekaha
Wajah Museum Kata di Awal Tahun 2016 Silam | @kaekaha

Destinasi inilah sebenarnya mimpi saya sedari awal "ditugaskan" ke Belitung. Jadi wajarlah jika saya sempat speechless sesaat, ketika benar-benar berdiri di depan rangkaian bangunan ikonik dengan desain unik dan nyentrik, khas dengan warna-warna ngejreng layaknya pelangi hingga terkesan mencolok diantara rumah-rumah warga disekitarnya, termasuk masjid yang berada tepat di depannya.

Sayang seribu sayang! Sekali lagi, karena keterbatasan waktu, dengan setengah berlari-lari,  saya hanya berusaha mengambil gambar sebanyak-banyaknya, baik foto maupun video di setiap sudut ruangan museum yang menurut saya cukup ikonik dan mewakili tema-tema literasi yang diangkat sang empunya museum sebagai upayanya menyalurkan kembali energi positif, semangat berliterasi kepada para pengunjung dan penikmat museum kata.

Warkop Kupi Kuli | @kaekaha
Warkop Kupi Kuli | @kaekaha

Bahkan, karena terburu-buru inilah saya jadi tidak sempat menyeruput "kupi kuli", kopi legendaris para kuli penambang timah yang dihidupkan lagi menjadi salah satu ikon sajian khas Museum Kata, karena baru saja kopi dalam cangkir kecil ini disajikan, guide kami tiba-tiba bereteriak, "waktu habis, segera kumpul ke bis ya!"

Waduh! Akhirnya, kupi kuli-nya saya minta dibungkus saja, termasuk beberapa souvenir yang sebenarnya juga belum sempat saya pilih dan pilah! Ah biarlah, ini tandanya saya diminta balik lagi suatu saat nanti...he...he...he...!

Setelah personil yang totalnya nggak lebih dari total jari-jari dari kedua tangan saya ini lengkap, akhirnya kami meluncur pulang menuju ke Tanjung Pandan lagi! Eiiiiits baru beberapa menit bis berjalan, guide kami berteriak lagi, memberi tahu kami, kalau didepan ada destinasi baru namanya "Kampung Ahok". Mau mampir nggak?

Salah Satu
Salah Satu "View" Sudut Terbaik di Museum Kata | @kaekaha

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun