Mohon tunggu...
Hasan Aspahani
Hasan Aspahani Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis, Penulis, Penyair.

MM Strategis dari Universitas Prasetiya Mulya. Berkarir di Jawa Pos Grup. Lahir di Sei Raden, Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim, 1971. Menulis novel (a.l. "Persimpangan", Gagasmedia, 2019), nonfiksi (a.l. "Chairil Anwar" sebuah Biografi, Gagasmedia 2016), puisi (a.l. "Aviarium", Gramedia, 2019), story developer (a.l. untuk skenario "Bumi Manusia", Falcon, 2019). Kerjasama hubungi www.kreatorkonten.com.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Belajar dari Gaya Kepemimpinan Dahlan Iskan

10 Agustus 2019   17:31 Diperbarui: 11 Agustus 2019   13:06 1397
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

- Tujuh Ciri Pemimpin yang Berorientasi pada Solusi

SAYA merasa beruntung pernah bekerja dalam perusahaan yang memungkinkan saya bertemu langsung dan belajar banyak dari seorang Dahlan Iskan.

Dari pengalaman itu, ikut dalam rapat-rapat yang ia pimpin, membaca tulisan-tulisannya di koran, buku dan wawancara-wawancranya, saya merumuskan tujuh ciri yang menjadi gaya kepemimpinan dan manajemen Dahlan Iskan.

Saya menyebut dia sebagai seorang yang berpikir dan bertindak solusional. Tentu solusi harus dicari dengan cara yang kreatif. Tapi kreatif saja tidak cukup kalau tidak membawa ke solusi.

Jadi, ini lebih dari berpikir kreatif. Ini adalah tindakan dan pikiran yang mengarah atau mendekati penyelesaian masalah, mengejar dan mendapatkan solusi.  

Bukan justru sebaliknya mencari-cari atau membikin masalah.

Masalah selalu ada. Masalah sudah banyak. Tak usah sengaja ditambah-tambahi. Setelah menyelesaikan satu masalah, masalah lain pasti sudah menunggu untuk dibereskan.

Inilah perlunya sikap solusional itu. Itulah perlunya bertindak dan berpikir solusional. Pemimpin bisnis, pemimpin organisasi kemasyarakatan, pemimpin di pemerintahan perlu mengembangkan sikap ini.

Saya merumuskan ini langsung dari seorang guru yang tidak mengajarkan teori.  

Dia bahkan tidak pernah merumuskan sendiri teorinya. Dia memberi contoh dengan praktek langsung.  Namanya: Dahlan Iskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun