Singapura mengalami penurunan ekonomi yang sangat dalam di kuartal II. Tak tanggung-tanggung, Singapura telah melaporkan penurunan hingga minus 42,9%. Singapura pun menjadi negara pertama yang masuk jurang resesi di kawasan asia tenggara.
Malaysia dan Thailand juga mencatat penurunan perekonomian yang cukup besar, masing-masing -16,5% dan -12,5%, setelah di kuartal pertama kompak mengalami penurunan sebesar -2%. Kebijakan Lock Down akibat penyebaran virus corona beberapa waktu lalu dikabarkan menjadi penyebab anjloknya perekonomian di negara-negara tetangga kita ini.
Yang menarik, justru China sebagai negara tempat bermulanya virus corona, sepertinya cukup kebal dengan resesi ekonomi. Meski di kuartal pertama dilaporkan mengalami penurunan ekonomi sebesar -6,8%, namun China bangkit di kuartal II dan mencacat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,2%.
Hingga hari selasa (25/8/2020), Worldometers mencatat total kasus Covid-19 yang terjadi di China hanya sejumlah 84,981 dengan total kasus kematian 4,634 jiwa. Angka ini cukup mencengangkan jika mengingat China merupakan negara sumber pandemi global ini.
Dan kasus baru yang dilaporkan terjadi di China tidak lebih dari 14 orang saja. Sepertinya China sangat baik dalam mengendalikan virus corona yang mewabah di negaranya, dan ini cukup rasional menjadi alasan China terselamatkan dari ancaman resesi.
Bagaimana dengan Indonesia?
Pada kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya bertumbuh sebesar 2,97%. Hal ini kontradiktif dengan ketiga negara tetangga yang disebutkan di atas. Namun di kuartal II ini, pertumbuhan ekonomi kita mengalami penurunan sebesar -5,32%.
Penurunan ekonomi sebesar -5,32% ini diduga akibat penyebaran virus corona yang terus terjadi di Indonesia. Hari selasa (25/8/2020), Worldometers melaporkan penambahan kasus baru penularan virus corona di Indonesia sejumlah 2.447 sehingga menjadi total 157,859 kasus, jauh di atas China.
Hari ini dilaporkan pula penambahan jumlah kasus kematian sebesar 99 orang. Angka ini menambah total kematian orang Indonesia akibat virus corona hingga mencapai 6.858 kasus kematian.
Angka ini merupakan yang tertinggi di negara-negara kawasan asia tenggara. Apalagi jika dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang hingga kini hanya mencatat masing-masing 125 dan 58 total kasus kematian.
Pandemi Covid-19 sepertinya memang belum kunjung terkendali di negara kita. Hal ini kemudian menyebabkan konsumsi rumah tangga yang merupakan penggerak ekonomi terbesar di Indonesia dilaporkan turun sebesar -5,51%. Ekspor Indonesia di kuartal II ini juga turut mengalami penurunan hingga -11,6%.