Ibu mengangguk.
"Apa nggak bosen?"
"Ya nggak. Waktu itu ibu harus prihatin. Kalau nggak, kasihan nenek. Nenek bukan orang kaya. Jadi makan Thiwul. Kadang cuma pakai sambel..."
"Terus, ibu tetap makan juga?"
Ibu mengangguk.
"Dulu ibu juga bilang nggak enak, tapi ternyata rasanya enak setelah ibu cicipi. Seperti yang kamu katakan tadi..."
Alya segera menghabiskan nasi Thiwul di piringnya.
**
Pukul 15.13 Alya bangun tidur. Dia segera mandi, wudhu dan shalat. Setelah itu Alya nonton televisi.
"Lho, kamu kok nggak ke lapangan masjid?"
"Nggak ah, Bu. Malas!"