Sebut saja misalnya,saya masih merokok,meskipun bukan perokok berat,merokok semata-mata karena iseng dan cara mudah menjalin persahabatan.Cara itu bukanlah cara yang tepat sebagai alasan,karena ada cara lain yang lebih sehat.Demikian juga soal olah raga dan pola makan yang masih belum teratur.Namun saya punya tekad,saya pasti bisa melakukannya,daripada racun dan hukumannya,akan saya nikmati di kelak kemudian hari.
Semua orang sadar, bahwa merokok itu merusak kesehatan,namun masih ada jutaan orang yang merokok, dan saya termasuk bagian di dalamnya.Kita semua juga paham,bahwa makan makanan yang sehat,olahraga teratur akan menyehatkan badan.
Namun faktanya,masih banyak orang yang suka makanan yang berlemak, makan jeroan,minum minuman yang manis dan beralkohol,malas berolahraga, serta kebiasaan kurang baik lainnya.
Kenapa itu bisa terjadi? karena manusia sudah melakukan hal yang berulang dalam kurun waktu yang lama,dan itu sudah memasuki alam bawah sadarnya.Apa yang kita jalani selama ini, sudah menjadikan diri kita budak-budak yang malas untuk merubahnya, dan butuh waktu serta pemantik untuk memulainya.Lalu pertanyaan yang muncul,kapan kita bisa berubah ?
Orang akan mau berubah saat ada pemantik yang hebat untuk merubahanya,entah itu berupa hukuman,penyakit dan hal yang tidak enak lainnya,sehingga membuat orang untuk bertobat.Perubahan pada individu, juga bisa terjadi karena ada pemicu lain yang yang sifatnya emosional,sesuatu yang sangat dicintainya,sebut saja contohnya karena ingat anaknya yang masih kecil,yang masih butuh kasih sayang darinya,atau saran dari orang terdekat entah itu pacar,istri atau dari orang tuanya.
Pertanyaan selanjutnya,bagaimana halnya dengan perusahaan,apakah change atau perubahan itu mudah dilakukan ? Dari penuturan para executive,pengalaman orang-orang hebat dan ulasan buku CHANGE, perubahan di tingkat perusahaan, juga mengalami hal yang serupa.Ada yang berhasil dan tidak sedikit yang mengalami kegagalan.Perubahan memerlukan kepemimpinan yang kuat,rasa pantang menyerah dan ketekunan.
Perusahaan yang mau berubah,akan banyak menghadapi perlawanan-perlawanan,baik dari karyawan yang di tingkat bawah,level management dan juga dari serikat pekerja.Mereka tidak ingin rasa nyaman yang sudah bertahun-tahun terganggu oleh jurus yang namanya perubahan.Disatu sisi, perusahaan sedang menghadapi problem yang komples,pelayanan yang kurang baik,karyawan yang malas,tidak disiplin,produktifitas rendah dan masalah lain yang menggunung.
Itu adalah sekelumit kecil yang dihadapi perusahaan untuk melakukan perubahan.Disebutkan juga dalam buku tersebut, banyak perusahaan yang berhasil melakukan perubahan, namun tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Contoh perusahaan yang berhasil melewati pasang surut kurva “S” misalnya Astra Internatioal,Garuda Indonesia,BNI,BCA,Gudang Garam,Jamu Jago Cap Potret Nyonya Meneer.
Untuk contoh perusahaan-perusahaan yang berhasil melakukan perubahan ditahun 90an misalnya, Garuda Indonesia era 1998-2002,berhasil melakukan managemen turnaround yang dikomandani Robby Johan dan dilanjutkan Abdul Gani,yang kondisinya waktu itu sanga parah, dan akhirnya bisa bertahan dan berkembang sampai saat ini.
PT.Telkom yang di tahun 1988 banyak masalah,baik pelayanan maupun pertumbuhan, dan ditangan Cacuk Sudaryanto berubah,baik struktural maupun kultural dalam kurun waktu 4 tahun (1988-1992).
PT.Perum Pegadaian lewat kepemimpinan Sjamsir Kadir 1989-1991 banyak perubahan yang dilakukan,dengan kredo perusahaanya ”mengatasi masalah tanpa masalah”.Ada Irwan Hidayat di PT.Sidomuncul yang mentransformasi jamu tradisionalnya menjadi modern,yang maju seperti sekarang ini,dan masih banyak contoh perusahaan yang berhasil bertransformasi dan melakukan perubahan.