Awalnya, tiwul adalah makanan tradisional sebagai pengganti beras yang mahal susah ditemukan di jaman penjajahan Jepang dan di tahun 1960-an.
Tiwul merupakan salah satu jenis makanan khas tradisional di pulau Jawa yang berasal dari daerah Gunung Kidul, Yogyakarta (Putri, 2021)Â
Namun begitu, Tiwul juga ditemukan di Jawa Tengah, Wonogiri, Pacitan, ponorogo dan banyak tempat di Pulau Jawa.Â
Pada tahun 1852, singkong dibawa oleh Portugis ke Maluku.Â
Tetapi, karena tidak berkembang akhirnya singkong dibawa ke Jawa, dan ternyata bisa berkembang dengan baik di daerah seperti Cilacap, Wonogiri, hingga Gunung Kidul.
 Bahkan konon bahan dasar pembuat tiwul ini pun pernah diekspor oleh Belanda ke sejumlah negara Eropa pada 1928.
Tiwul ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.Â
Pada masa penjajahan Belanda itu, tiwul bahkan dijadikan  makanan pokok  masyarakat Jawa yang hidup di pedesaan dan daerah terpencil (Tjokroadikoesoemo, 1986).
Dalam literasi lain banyak disebutkan, tiwul lahir di Gunung Kidul akibat penjajahan Jepang.Â
Sekitar tahun 1940-an, pada masa penjajahan Jepang, harga beras sangat mahal, dan rakyat tidak mampu membelinya.Â
Tiwul bisa menjadi makanan pengganti beras pada masa itu sudah disyukuri.Â