Armando (Mahasiswa KKN-T IPB) menjelaskan mengenai komoditas utama yang ada di Desa Pantai Mekar yaitu padi dan identifikasi terkait hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi setelah melakukan survei lapang di hari sebelumnya.
Hama dan penyakit padi yang ditemukan di lahan sawah masyarakat yaitu wereng batang coklat, wereng daun, pennggerek batang padi, keong emas, dan penyakit hawar seludang padi. Selanjutnya mahasiswa melakukan analisis terkait identifikasi, gejala, dan cara pengendalian yang tepat.
APLIKASI PLANTIX
Selain dari identifikasi secara langsung atau survei lapangan, pengendalian dan pengenalan penyakit (khususnya) dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yaitu Plantix. Aplikasi ini dapat digunakan sebagai Langkah awal untuk menentukan jenis penyakit yang menyerang pada tanaman (khususnya serangan dari bakteri dan jamur/cendawan). Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan identifikasi, kemudian deskripsi, dan Langkah pengendalian yang dapat dilakukan. Aplikasi ini juga berisi berbagai macam jenis hama-hama pada tanaman dan tips dalam menanam tanaman (khususnya tanaman hortikultura).
Alfina (Mahasiswa KKN-T IPB) memaparkan terkait penggunaan aplikasi Plantix dengan cara mendemonstrasikannya secara langsung kepada para petani di dusun 03 dan 04.
Pemaparan aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan petani dalam menanggulangi serangan penyakit khususnya bakteri dan jamur. Â Selain itu, dapat digunakan sebagai media pembelajaran lebih lanjut apabila ditemukan penyakit baru atau yang belum ada dalam sejarahnya. Petani diharapkan lebih teliti lagi terhadap lahan pertanian mereka.
DISTRIBUSI BENIH
Institut Pertanian Bogor memberikan benih-benih hasil produk sendiri kepada setiap kelompok mahasiswa KKN. Benih yang diberikan berupa benih dari tanaman hortikultura (syur dan hias) dan pangan. Pembagian benih ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN-T IPB sebagai fasilitator petani dalam melakukan pekerjaannya.
Pembagian benih dilakukan dengan melihat bidang dari tiap dusun yang ada, sehingga pembagian benih ini hanya dilakukan di dusun 03 dan 04. Pembagian benih ini diharapkan agar para petani dapat menanam benih yang dihasilkan dari IPB dan juga sebagai bentuk komersial atau pengenalan produk IPB.