Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Tentang Pengarahan si Bos yang Dibuat oleh Anak Buah

26 Oktober 2022   05:04 Diperbarui: 26 Oktober 2022   16:38 365
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bahkan, anak buah biasa saja panggil nama ke atasannya, tanpa embel-embel pak atau bu. Cara seperti ini tabu di BUMN.

Memang, di pemerintahan, isi pembicaraan yang baik kalau disampaikan dengan cara kurang baik, cenderung tidak diterima.

Soal strata jabatan menjadi hal yang jangan sampai terabaikan. Sikap yang terkesan menentang atasan, bisa berakibat fatal.

Bos diposisikan untuk memberikan petunjuk, pedoman, atau pengarahan. Sedangkan bawahan diposisikan sebagai pihak yang melaporkan dan sekaligus yang meminta pengarahan.

Uniknya, poin-poin pengarahan si bos sebetulnya juga dibuatkan oleh bawahannya, meskipun dengan sedikit koreksi dari bos.

Maka, dalam suatu forum rapat kerja yang dipimpin oleh si bos, lazimnya diawali laporan dari ketua panitia pelaksana.

Laporan tersebut antara lain berisikan tentang latar belakang diadakannya rapat kerja, tujuan yang ingin dicapai, agenda yang dibicarakan dan jumlah peserta rapat.

Yang jangan sampai terlupakan, laporan tersebut diakhiri dengan perkataan "demikian laporan kami, selanjutnya mohon arahan bapak," yang ditujukan kepada si bos.

Arahan tersebut itulah yang butir-butirnya sudah disiapkan oleh tim di kepanitiaan dan telah disetujui oleh si bos.

Bos yang kurang mumpuni tapi karena faktor tertentu bisa menjadi bos, biasanya akan membacakan begitu saja apa yang disusun bawahannya.

Jadinya, kalau dipikir-pikir, sama saja dengan anak buah membuat pengarahan untuk diri mereka sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun