Mohon tunggu...
Irwan DwiPriyantono
Irwan DwiPriyantono Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa, Univesitas Negeri Jakarta

Olahraga

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengantar Pemikiran Para Sosiologi Klasik Marx dan Durkheim

14 September 2022   01:13 Diperbarui: 14 September 2022   01:19 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Yaitu sesuatu hal yang dapat disimak,ditangkap dan diobservasi, yang merupakan bagian dari dunia nyata (external world) yang mengatur individu. Fakta sosial materil diantaranya seperti: masyarakat, komponen struktur masyarakat dan komponen morfologi.

B. Fakta sosial non material

Yaitu sesuatu yang dianggap nyata dan merupakan fenomena yang bersifat intersubyektif yang hanya dapat muncul dari dalam kesadaran manusia. Fakta sosial no material diantaranya seperti: norma,nilai-nilai,moralitas, kesadaran kolektif, representasi kolektif, peristiwa sosial dan budaya pada umumnya.

2. Solidaritas sosial

Dalam karya “The Division of labor in Society” Durkheim menganalisis pengaruh/fungsi kompleksitas dan spesialisasi pembagian kerja dalam struktur sosial dan perubahan yang diakibatkan dalam bentuk-bentuk pokok solidaritas sosial.menurut Durkheim solidaritas merupakan suatu keadaan relasi antara individu dan kelompok yang didasarakan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama Menurut Durkheim pembagian kerja ini membuat suatu perubahan dalam struktur sosial dari solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Ciri solidaritas mekanik adalah; pembagian kerja rendah kesadaran kolektif kuat, hukum represif dominan, individualisme rendah, relatif saling ketergantungan rendah, bersifat primitif dan pedesaan. Sedangkan ciri solidaritas organil ; pembagian kerja tinggi, kesadaran kolektif rendah, hukum restitutif dominan, individualisme tinggi, saling ketergantungan tinggi, bersifat industrial-perkotaan.

Untuk menciptakan keteraturan sosial yang bersifat harmonis dan integratif dalam perkembangan pembagian kerja, maka diperlukan consensus intelektual dan moral.

3. Bunuh Diri (SUICIDE)

Pemikiran tentang bunuh diri merupakan dari karya buku Durkheim yaitu”SUICIDE(1987)”. Bunuh diri terjadi karena dua hal yaitu renggangnya solidaritas sosial dana terlalu eratnya solidaritas sosial. Orang yang bunuh diri adalah cerimana dari fakta sosial atau cerimanan masyarakat dari norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat. 4 tipe bunuh diri menerut Durkheim:

1.Bunuh diri egoistik (sesorang tidak lulus un sehingga siswa tersebut depresi lalu bunuh diri)

2. Bunuh diri anomik (bom bunuh diri atas nama jihad)

3. Bunuh diri altruistik (mendadak jatuh miskin karena ia merasa hidupnya udah ga ada arah lagi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun